Axin Fery, Kembangkan Teknik Koreografi

2017-10-25 14:28:22
Editor : Porwanto | Reporter : Oktaviani
Passion-nya dibidang dance, membuat Axin Fery berani mendirikan usaha yang diberi nama I-Dance Studio. (Istimewa)

Melalui I-Dance Studio, Axin Fery terus belajar mengembangkan teknik koreografi.

Pemuda ini cukup enerjik. Dia juga pernah menjadi atlet bulutangkis. Kini, Axin Fery sapaan akrab Feryanto, lebih aktif di dunia dance. Dia mulai rutin menggeluti dunia dance saat masih duduk di bangku sekolah.

“Sejak kelas tiga SMP saya sudah mulai belajar dance. Tidak ada kursus khusus. Belajar sendiri, terkadang sharing dengan senior-senior yang sudah berpengalaman. Saya sudah menemukan passion dibidang ini,” kata pria yang juga menjabat sebagai koreografer I-Dance.

Menurutnya, ketertarikan pada dunia dance muncul saat dirinya menyaksikan teman-temannya belajar breakdance. Akhirnya, dia mulai mendalami dance. Guna mengembangkan bakat, dia kerap mengikuti berbagai workshop, selain belajar dari para senior.

"Saya tak menyangka menjadi seorang koreografer. Karena cita-cita dari kecil itu menjadi seorang dokter," kata mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya ini.

Kecintaannya akan dunia dance, membuat kelahiran Jakarta pada Oktober 1994 ini mendirikan I-Dance Studio pada April 2016. Nama I-Dance, lanjut Axin, memiliki makna tersendiri. Dia berkeinginan setiap anggota yang datang ke studio seperti sedang latihan di rumah sendiri. Nyaman dan dapat menikmati waktu latihan dengan santai.

Pusat pelatihan hiphop dance ini di Jalan Danau Indah Timur Blok A8 No. 9. Menurut Axin tersedia beragam kelas, mulai dari anak-anak hingga pegiat yang ingin mengembangkan bakatnya secara profesional.

“Ada hiphop class for kids, hiphop class for teens, hiphop class for adult (intro), break dance class, LA style class, urban choreography, dan hiphop intermediate. Kami juga menyediakan yoga class untuk pemula,” jelas Axin.

Bagi Axin, dunia dance memiliki tantangan tersendiri. "Dance itu melatih kesabaran dan pantang menyerah. Karena, kita harus memahami teknik dan tidak boleh sembarangan dalam bergerak," jelasnya.

Axin mengakui, menjalankan bisnis di usia yang relatif muda bukan perkara mudah. Menurutnya, kunci kesuksesan adalah berani mencoba dan mau belajar untuk mengembangkan kemampuan serta memperbanyak relasi.

"Dalam mengajar, kita harus tulus. Jangan sombong dan merasa hebat. Seperti kata pepatah, di atas langit masih ada langit. Sampai sekarang, saya masih terus belajar," pungkas Axin.