Arini dan Kartini, Dua Wanita Terkaya di Indonesia Versi Forbes 2017

2017-12-04 12:39:01
Editor : Porwanto | Sumber : Forbes.com
Arini Sarraswati Subianto dan Kartini Muljadi merupakan dua wanita terkaya di Indonesia versi Forbes 2017. (Istimewa)

Forbes kembali merilis 50 orang terkaya di Indonesia 2017. Dua diantaranya wanita, Arini Sarraswati Subianto dan Kartini Muljadi.

Pada Rabu ( 29/11/2017), Forbes.com merilis daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Bertajuk Indonesia's 50 Richest, di dalamnya terdapat dua wanita sebagai wanita terkaya di Indonesia.

Arini Sarraswati Subianto

Arini Sarraswati Subianto (46), menjadi wanita terkaya di Indonesia. Dia berada di peringkat 37 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Jumlah kekayaannya ditaksir mencapai 820 juta dollar AS atau setara Rp 11,07 triliun dengan asumsi Rp 13.500 per dollar AS. Menurut Forbes, kekayaan Arini berasal dari minyak sawit dan sektor pertambangan.

Arini merupakan Presiden Direktur PT Tri Nur Cakrawala, PT Pandu Alam Persada, dan PT Persada Capital Investama. Dia memperoleh gelar sarjana pada tahun 1994 dari Parsons The New School for Design, AS dan gelar MBA pada tahun 1998 dari Graduate School of Business at Fordham University.

Dia merupakan putri dari pengusaha Benny Subianto. Sang ayah, yang merupakan salah satu pemilik saham PT Adaro Energy Tbk, wafat pada Januari 2017 lalu. Mendiang Benny, tahun lalu (2016) masuk dalam peringkat ke-33 orang terkaya di Indonesia. Arini meneruskan usaha yang dirintis ayahnya.

Arini juga dikenal sangat mencintai buku dan suvenir. “In 2003, Arini merged her gift and furniture shop in Jakarta with the neighboring bookstore Aksara, cofounded by one of here middle school friends,” tulis Forbes, Rabu (29/11/2017).

Kartini Muljadi

Selain Arini, wanita yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia adalah Kartini Muljadi (87). Kartini masuk peringkat ke-44 orang terkaya di Indonesia. Forbes mengestimasi kekayaannya mencapai 680 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 9,2 triliun.

Kartini memiliki latar belakang hukum. Lulusan Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia ini memperoleh gelar sarjana pada tahun 1958. Pernah menjadi hakim, dan mendirikan biro konsultan hukum Muljadi & Rekan pada 2 Juli 1990. 

Kartini memperoleh kekayaannya dari bisnis farmasi. Dia memiliki saham pada PT Tempo Scan Pacific Tbk. Kini, perusahaan yang dikenal pemilik merek Bodrex dan Hemaviton ini dikelola putranya, Handojo Slamet Muljadi. Kini, Kartini hanya mengawasi perusahaan yang dipimpin putranya itu dan mengontrol bisnis konsultan hukumnya.

 

Berikut daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes: (Urutan, Nama, Kekayaan, Umur, Usaha)

1 Budi dan Michael Hartono $32,3 miliar (67) Djarum
2 Eka Tjipta Widjaja $9,1 miliar (94) Sinar Mas
3 Susilo Wonowidjojo $8,8 miliar (61) Gudang Garam
4 Anthoni Salim $6,9 miliar (68) Salim Group
5 Sri Prakash Lohia $6,4 miliar (65) Indorama
6 Boenjamin Setiawan $3,65 miliar (84) Kalbe Farma
7 Chairul Tanjung $3,6 miliar (55) Trans Corp
8 Tahir $3,5 miliar (65) Mayapada Group
9 Mochtar Riady $3 miliar (88) Lippo
10 Jogi Hendra Atmadja $2,7 miliar (71) Mayora Group
11 Prajogo Pangestu $2,6 miliar (73) Barito Pacific
12 Murdaya Poo $2,2 miliar (76) Centra Cipta Murdaya
13 Peter Sondakh $1,9 miliar (67) Rajawali
14 Putera Sampoerna $1,8 miliar (70) Sampoerna Strategic
15 Eddy Katuari $1,7 miliar (66) Wings
16 Kuncoro Wibowo $1,6 miliar (61) Ace Hardware
17 Husodo Angkosubroto $1,55 miliar (62) Gunung Sewu
18 Low Tuck Kwong $1,53 miliar (69) Bayan Resource
19 Theodore Rachmat $1,5 miliar (73) Adaro
20 Djoko Susanto $1,47 miliar (67) Alfamart
21 Ciputra $1,45 miliar (86) Jaya Group
22 Ciliandra Fangiono $1,42 miliar (41) First Resources Ltd
23 Garibaldi Thohir $1,41 miliar (52) Adaro
24 Martua Sitoru $1,4 miliar (57) Wilmar/Gamaland
25 Soegiarto Adikoesoemo $1,35 miliar (79) AKR
26 Eddy Kusnadi Sariaatmadja $1,3 miliar (64) Indosiar, SCTV, Emtek
27 Alexander Tedja $1,25 miliar (72) Pakuwon Djati
28 Husain Djojonegoro $1,2 miliar (68) Orangtua Group
29 Harjo Sutanto $1,18 miliar (91) Wings
30 Sukanto Tanoto $1,1 miliar (67) Royal Golden Eagle
31 Hary Tanoesoedibjo $1,05 miliar (52) MNC
32 Aksa Mahmud $1,04 miliar (72) Bosowa
33 Kusnan & Rusdi Kirana $970 juta - Lion Air
34 Bachtiar Karijuta $900 juta (60) Musim Mas
35 Hashim Djojohadikusumo $850 juta (63) Arsari
36 Sjamsul Nursalim $830 juta (76) Gajah Tunggal, MAP
37 Arini Saraswati Subianto $820 juta (46) Persada Capital
38 Sudhamek $810 juta (61) Garuda Foods
39 Achmad Hamami $800 juta (87) Trakindo
40 Lim Hariyanto Sarwono $790 juta (89) Bumitama Agri
41 Abdul Rasyid $780 juta (59) Sawit Sumbermas
42 Edwin Soeryadjaya $720 juta (68) Saratoga
43 Osbert Lyman $700 juta (67) Lyman Group
44 Kartini Muljadi $680 juta (87) Tempo Scan Pacific
45 Purnomo Prawiro $640 juta (70) Blue Bird
46 Hartono Kweefanus $540 juta - Monde Nissin, Khong Guan Biscuits
47 Irwan Hidayat $500 juta (70) Sido Muncul
48 Iwan Lukminto $490 juta (42) Sritex Group
49 Santosa Handojo $460 juta (53) Japfa Comfeed
50 The Ning King $450 juta (86) Argo Manunggal