Dedak Gandum Diminati Tiongkok, Nilai Ekspor Indonesia Meningkat

Senin, 09 April 2018 14:18:10
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Petugas karantina memeriksa dedak gandum yang diekspor ke Tiongokok. (Istimewa)

Dalam sepekan, Indonesia bisa mengekspor dedak gandum hingga tiga kali ke Tiongkok. Mendongkrak nilai ekspor dan investasi Tiongkok.

JAKARTA – Guna memenuhi permintaan dedak gandum yang tinggi dari Tiongkok, dalam sepekan Indonesia bisa melakukan ekspor dedak gandum ke Tiongkok lebih dari satu kali. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon Heri Yulianto menuturkan, tingginya frekuensi ekspor dedak gandum ke Tiongkok, lantaran Negeri Tirai Bambu mempergunakannya untuk berbagai kepentingan industri pakan. Dengan sendirinya, nilai ekspor Indonesia dari dedak gandum tinggi. “Kita sudah rutin mengekspor dedak gandum ke Tiongkok, bahkan seminggu bisa sampai tiga kali,” jelasnya, Minggu (8/4).  

Heri melanjutkan, pada 8 April kemarin, pihaknya memberangkatkan 21 kontariner atau sekira 448, 5 ton. Menurutnya, di Tiongkok dedak gandum dipakai sebagai bahan industry pakan. Dedak Gandum berasal dari limbah penggilingan gandum menjadi tepung terigu gandum.

Ia memastikan, pihak karantina Cilegon melakukan pemeriksaan dedak gandum milik PT Bungasari Flour Mills, agar nantinya tidak membawa mikroorganisme pengganggu tumbuhan, memastikan kebenaran jenis dan volume, serta menghindari terjadinya ketidaksesuaian dalam dokumen dan fisikyang dapat menyebabkan negara tujuan menolak komoditas ekspor indonesia ini. "Kami periksa apakah benar media pembawa ini sesuai dengan permohonan yang diajukan ke karantina melalui sistem ppk online," tegasnya.