Hong Kong Siap Jembatani Kerjasama Ekonomi Indonesia-Tiongkok

Selasa, 24 April 2018 14:10:06
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Ilustrasi Hong Kong. (Istimewa)

Hong Kong siap mendungkung peningkatan kerjasama ekonomi Indonesia-Tiongkok, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.

HONGKONG – Hong Kong melalui Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) ingin berperan dalam menjembatani kerjasama ekonomi, khususnya di bidang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok. 

Melansir HKTDC pada Selasa (24/4), ada lima alasan mengapa Hong Kong berperan penting sebagai fasilitator kerja sama bisnis antara Indonesia dan Tiongkok.

Pertama, lebih dari 60 persen Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi ke luar negeri Tiongkok disalurkan melalui Hong Kong. Di saat yang sama, Hong Kong juga bergerak sebagai perantara bagi 2/3 dari seluruh FDI yang mengalir ke Tiongkok. Hal ini yang menjadikan Hong Kong sebagai fasilitator yang tepat, untuk menjembatani investasi dari Tiongkok ke Indonesia, ataupun perusahaan-perusahaan Indonesia yang ingin memasuki pasar Tiongkok.

Kedua, di bawah skema ‘Satu Negara, Dua Sistem’, Hong Kong memiliki arus bebas modal dan pelabuhan bebas-pajak, sistem hukum dan teknologi informatika (TI) yang efektif, serta lembaga keuangan kelas dunia.

Ketiga, Hong Kong dapat menjadi fasilitator transfer teknologi dari Tiongkok ke Indonesia. Melalui “Belt and Road Initiative”, perusahaan-perusahaan teknologi raksasa di Tiongkok seperti Tencent dan Alibaba telah mulai berinvestasi di Indonesia.

Keempat, di Hong Kong, para investor global bisa leluasa mengakses pasar konsumen Tiongkok, sekaligus mendapatkan kepastian hukum dan regulasi bisnis. Hal ini dikarenakan Hong Kong merupakan negara yang sangat ketat menerapkan ketaatan hukum.

Kelima, Selain memfasilitasi hubungan bisnis dua arah antara Tiongkok dan Indonesia, Hong Kong sendiri merupakan investor besar di Indonesia. Menurut data dari BKPM pada tahun 2017, Hong Kong merupakan investor terbesar keempat di nusantara, setelah Singapura, Jepang, dan Tiongkok. Total investasinya mencapai USD 2,1 miliar di tahun lalu.

Untuk mewujudkan peran sebagai fasilitator sekaligus menggali kesempatan bisnis, HKTDC akan menggelar Hong Kong-Shanghai Investment Mission di Jakarta, pada 25-27 April 2018. Acara ini hasil bekerja sama dengan Shanghai Federation of Industry and Commerce, atau yang juga dikenal sebagai Shanghai General Chamber of Commerce.

Kegiatan yang ditujukan untuk menjembatani kerjasama ekonomi Indonesia – Tiongkok ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh. Delegasi Hongkong dipimpin oleh Ketua HKTDC Vincent HS Lo dan Ketua Chinese General Chamber of Commerce, Hong Kong and Co-mission Leader dengan lebih dari 40 anggota delegasi. Sementara dari Indonesia di antaranya akan hadir Kepala BKPM Thomas Lembong, pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir hingga Ketua KADIN Rosan P. Reoslani.