Indonesia Desak Tiongkok untuk Atur Impor Baja ke ASEAN

2017-09-11 13:36:44
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan (tengah), mendesak Tiongkok untuk atur kembali impor baja dan besi ke negara-negara ASEAN. (Istimewa)

MELALUI perwakilan perdagangan, Indonesia terus mendesak pemerintah Tiongkok untuk kembali atur impor baja dan besi ke negara-negara di ASEAN.

Pemerintah Indonesia meminta kepada Tiongkok meninjau atur soal impor baja dan besi. Terutama ke kawasan ASEAN, khususnya Indonesia, karena menyebar dengan harga di bawah pasaran. Kasus dumping baja dan besi sudah lama bergulir.

Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan, mengungkapkan impor baja dan besi dari Tiongkok selama ini membuat persaingan tidak sehat. Kadang banyak merugikan pengusaha lokal.

“Persoalan importasi besi dan baja tidak bisa dibiarkan, karena sudah terjadi sejak 2013. Impor baja dari Tiongkok membanjiri ASEAN dengan dumping atau harga rendah,” katanya usia bertemu Zhong Shan, Menteri Perdagangan Tiongkok, di sela The 16th Consultation of ASEAN and China Economic Minister akhir pekan lalu.

Dia  bahkan menyebutkan bahwa asosiasi baja di Indonesia masih mengeluhkan harga baja dan besi dari Tiongkok. “Harga baja Tiongkok tidak masuk akal. Karena itu, kami meminta pemerintah Tiongkok segera menyelesaikannya,” jelasnya.

Menurut Enggartiasto, Tiongkok mengklaim telah memotong jumlah produksi baja dan besi ke negara-negara di ASEAN. Sesuai dengan permintaan sebelumnya. “Bukan soal produksinya, tapi harga yang diterapkan.”

Pemintaan itu, sambungnya, bisa terpenuhi Tiongkok, karena memanfaatkan momentum, Tiongkok sedang mencari dukungan ASEAN terutama Indonesia, dalam pengembangan One Belt and Road atau Jalur Sutera Abad 21.  

Bahkan Enggartiasto menginginkan persoalan dumping impor baja dan besi ini, menjadi capain pertemuan perwakilan negara ASEAN dengan Tiongkok yang berlangsung di Filipina.