Indonesia Kuasai 72 Persen Pasar Sarang Walet di Tiongkok

2017-10-06 16:27:01
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Pengiriman sarang walet ke Tiongkok, dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian bersama PT Tong Heng Investment Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. Selama ini Indonesia kuasai pasar sarang walet di Tiongkok. (Istimewa)

DI atas negara lain, Indonesia kuasai pasar sarang walet di Tiongkok. Menjadi produsen pertama, dengan pangsa pasar sebesar 72 persen.

Indonesia tercatat sebagai pengekspor utama sarang walet ke Tiongkok. Kuasai pasar sekitar 72,31 persen. Berada di atas Malaysia yang menguasai 18,85 persen, serta Brazil, Taiwan dan Australia. Penguasaan pasar itu, sesuai dengan data sampai Juli 2017.

Mulyanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, mengungkapkan, pada pengiriman Oktober 2017, jumlahnya mencapai 464,5 kilogram sarang walet. Itu berasal dari Sumatera Selatan dengan nilai sekitar Rp 13 miliar.

“Indonesia pengekspor terbesar kebutuhan sarang walet di Tiongkok. Nilai ekspor ke Tiongkok mencapai US$ 40,43 juta atau naik 170 persen dari tahun 2016,” tuturnya saat pengiriman di Terminal Kargo Gapura Internasional, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat,  6 Oktober 2017.

Dia mengakui, selama ini pasar sarang walet di Tiongkok sulit ditembus. Padahal sebagai pasar utama di dunia, sebagai negara dengan konsumsi terbesar, terutama pada saat tahun baru Imlek dan Masehi.

Maka dari itu, melalui Badan Karantina Pertanian, melakukan seleksi ketat terhadap sarang walet yang di ekspor ke Negeri Tirai Bambu. “Memastikan (barang) bebas dari flu burung dan penyakit unggas lainnya.”

Dengan tetap menjaga kualitas sarang walet, diharapkan terjadi peningkatan pengiriman ke Tiongkok setiap tahunnya.

Selama ini, yang berhasil menembus pasar Tiongkok hanya 8 perusahaan. Satu perusahaan pun masih baru. “464,5 kilogram sarang walet, diekspor oleh PT Tong Heng Investment Indonesia. Ini adalah ke-8 yang mampu menembus pasar,” jelasnya.