Kalimantan Utara Incar Pasar Ekspor Kepiting Ke Tiongkok

Kamis, 22 Maret 2018 13:55:32
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Ilustrasi pengepakan Kepiting sebelum dikirim ke berbagai daerah. (Istimewa)

Untuk memenuhi target ekspor Kepting ke Tiongkok, Kalimantan Utara sudah bekerjasama dengan salah satu maskapai penerbangan pengangkut kargo.

TANJUNGSELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara menargetkan mampu menjadi pengekspor Kepting terbesar di kawasan Asia. Selama ini, pengekspor kepiting terbesar di Asia adalah Tawau, Malaysia. Namun, Kepiting di sana juga berasal dari Kalimantan Utara. Karena itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Utara kini tengah merintis upaya Ekspor Kepiting ke mancanegara.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kalimantan Utara Amir Bakry menuturkan, masyarakat Hongkong dan Tiongkok mengira Kepiting yang selama ini mereka konsumsi berasal dari Malaysia, padahal asli Indonesia.

Amir menuturkan, Kepiting-Kepiting tersebut diselundupkan ke Tawau, setelah para eksportir di Negeri Jiran membeli Kepiting dari pengepul di Kalimantan Utara. Harganya Rp 150 ribu – 250 ribu per kilogram. Saat dijual ke Hongkong dan Tiongkok, harganya menjadi Rp 500 ribu – Rp 600 ribu per kilogram.

“Untuk mewujudkan menjadi eksportir Kepiting terbesar, Kami sudah menjalin komunikasi serius dengan Cardigair yang mengoperasikan pesawat kargo Boeing 7373-300 Freighter rute Shenzen (Tiongkok) – Jakarta (Indonesia). Selama ini mereka mengangkut barang elektronik ke Indonesia dan pulang dengan kondisi kosong ke Tiongkok. Kita ingin memanfaatkan hal tersebut,” papar Amir, Selasa (20/3).

Ia menambahkan, Cadrigair sudah menyetujui tawaran kerjasama dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Utara dan tengah mengurus proses perizinannya. “Kami yakin bisa, karena program ekspor Kepiting ini didukung Peprov Kalimantan Utara, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan dan lembaga lainnya,” tutup Amir.