Kuartal I 2018, Nilai Impor Indonesia Dari Tiongkok Naik Pesat

Kamis, 17 Mei 2018 16:27:20
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS.
Ilustrasi aktivitas perdagangan internasional. (Istimewa)

Nilai impor Indonesia dari Tiongkok dalam periode tersebut menimbulkan defisit US$ 5,7 miliar. Sektor non-migas masih mendominasi.

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepajang kuartal pertama tahun 2018 (Januari – April), Neraca Perdagangan Indonesia defisit US$ 1,63 miliar, dimana nilai ekspor hanya US$ 14,47 miliar sementara nilai impor mencapai US$ 16,09 miliar. BPS mencatat, defisit terbesar disebabkan oleh tingginya impor Indonesia dari Tiongkok, menyebabkan defisit sebesar US$ 5,7 miliar.

Nilai impor non-migas dari Tiongkok sepanjang periode tersebut menurut data BPS tercatat sebesar US$ 4,44 miliar, lebih tinggi dari periode yang sama di tahun 2017 yang hanya sebesar US$ 3,44 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan nilai ekspor ke Tiongkok terjadi lantara tidak menentunya situasi perdagangan dunia, serta adanya kecenderungan Tiongkok menahan laju produksinya. “Harus diakui, perdagangan tidak menentu, Tiongkok juga menahan produksi. Jadi pemrintaan terhadap barang ekspor dari Indonesia juga tertahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingginya impor Indonesia, termasuk dari Tiongkok beberapa bulan terakhir disebabkan adanya kenaikkan setia bulan, terlebih jelang Labaran. “Impor kita cenderung naik jelang lebarang, karena meningkatnya kebutuhan,” tuntasnya.