Kunci Sukses Batik Jayakarta Arungi Kerasnya Bisnis Fashion

Kamis, 03 Mei 2018 12:57:30
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Workshop membatik untuk anak-anak keturunan Tionghoa di gerai Batik Jayakarta. (CHC Saputro)

Ada tangan dingin wanita keturunan Tionghoa di balik sukses Batik Jayakarta bertahan mengarungi kerasnya bisnis fashion, terutama batik di Tanah Air.

SEMARANG – Berbekal latar belakang keluarga yang menggeluti bisnis fashion, terutama batik dengan label ‘Jakarta’, Lili Santoso sukses mengembangkan bisnis Batik Jayakarta. Dirintis kali pertama oleh wanita keturunan Tionghoa ini pada September 2005 silam, Lili mampu membawa Batik Jayakarta kian dikenal masyarakat. “Dulu keluarga memiliki usaha batik dengan merek ‘Jakarta’. Pabriknya berada di Kebayoran Lama, Jakarta, namun kami memiliki pusat distribusi di Jl. Pedamaran, Semarang,” tutur perempuan yang akrab disapa Cik Lili ini.

Menurut Founder Batik Jayakarta, Lili Santoso, keluarga besarnya sudah menekuni bisnis batik puluhan tahun lalu. "Dulu keluarga kami punya usaha batik cap dengan merek: "Jakarta". Pabrik batik kami justru ada di Kebayoran Lama, Jakarta. Tetapi kami punya pusat distribusi di kawasan jalan Pedamaran 24, Semarang, dekat Pasar Johar, " wanita yang akrab disapa dengan panggilan Cik Lili ini.

Lebih jauh Cik Lili menerangkan, sempat mengelola bisnis batik milik keluarganya, di tahun 2005 ia memutuskan untuk membuka usaha batik sendiri dengan menggandeng para pengrajin batik untuk menjadi pemasok galeri batik miliknya. “Dulu belum banyak toko batik, soalnya masih dianggap pakai resmi dan harganya terkesan mahal, hanya dijual di pasar-pasar tradisional,” tukasnya.

Di masa-masa awal berdiri, lanjutnya, koleksi batik Jayakarta belum sekomplit sekarang, mayoritas batik yang dipasarkan berasa dari Solo dan Pekalongan yang memang menjadi sentra batik. Kini, hampir seluruh motif batik dari berbagai daerah di Indonesia sudah dipasarkan oleh Jayakarta. “Kita tidak datangkan langsung, tapi produksi sendiri dengan motif yang sama. Produk-produk batik kami diproduksi oleh para perajin dari beberapa daerah yang menjadi binaan kami,” tandasnya.

Ditambahkan olehnya, kunci sukses dari Batik Jayakarta bertahan mengarungi kerasnya bisnis fashion hingga saat ini adalah, menjaga kualitas produk yang dipasarkan. Serta selalu melakukan inovasi, baik dari segi desain maupun motif. “Kemudian kita juga memaksimalkan manfaat batik tersebut, ada yang kita jadikan souvenir seperti dompet dan tas,” pungkasnya.