Luhut Panjaitan - Pemerintah Tiongkok Bahas Proyek OBOR

Jumat, 13 April 2018 13:39:44
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Luhut Panjaitan saat berkunjung ke Tiongkok tahun 2017 lalu. (Istimewa)

Dalam kunjungan kerja kali ini, Luhut Panjaitan menunggu jawaban Pemerintah Tiongkok, terkait rekanan pengerjaan proyek OBOR di tiga pulau.

JAKARTA – Mulai Rabu (11/4), Menko Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan melakukan lawatan luar negeri ke Tiongkok dan Amerika Serikat. Dalam lawatan kali, Luhut akan melanjutkan pembicaraan penawaran 15 proyek infrastruktur di beberapa wilayah Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok. Setelah dari Tiongkok, Luhut akan menawarkan proyek yang sama dalam World Economic Forum (WEF) 2018 di Washington, Amerika Serikat pekan depan.

"Kita menyiapkan  15 proyek. Baik itu yang di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Manado, dan Bali. Sekarang progresnya sudah sampai officially Pemerintah Tiongkok mau menunjuk siapa counterpart saya untuk mendiskusikannya," kata Luhut di Jakarta, Rabu (11/4).

Luhut juga mengatakan bahwa pemerintah sedang menjajaki proyek-proyek tersebut dalam World Economic Forum (WEF) yang akan digelar di Washington pada 18 April 2018 mendatang. Bila dalam WEF tersebut terdapat investor yang berminat, maka tidak menutup kemungkinan investor tersebut yang terlebih dulu akan diberi kesempatan  menggarapnya.  “Jadi mana yang lebih cepat dan yang harganya lebih cocok," tandas purnawirawan TNI ini.

Ditambahkan olehnya, pemilihan calon investor nantinya akan mempertimbangkan beberapa aspek penting, seperti, penggunaan teknologi ramah lingkungan dan penggunaan tenaga lokal. "Jujur kita belum punya tenaga teknis yang cukup banyak untuk bisa mengerjakan pekerjaan simultan proyek besar apalagi di luar jawa," pungkasnya.

Untuk diketahui, proyek yang akan dibahas Menko Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan dengan Pemerintah Tiongkok di antaranya tiga proyek di Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara yang masuk dalam program One Belt One Road (OBOR). Proyek ini merupakan upaya Tiongkok untuk membangkitkan Jalur Sutera (Silk Road) yang dulu pernah berjaya. Proyek ini sendiri akan melibatkan 60 negara dengan biaya investasi hingga US$ 500 miliar. Pemeritah Indonesia sendiri menyiapkan sejumlah proyek OBOR yang menghubungkan langsung dengan Tiongkok melalui Laut Tiongkok Selatan. Nilainya diperkirakan mencapai US$ 201,6 miliar.