Pemerintah Indonesia Dukung Program OBOR Tiongkok

Kamis, 26 April 2018 16:21:40
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Penandatanganan MoU Pemerintah Indonesia dengan Hong Kong untuk mendukung Program OBOR. (Istimewa)

Tiongkok mengakui jika Pemerintah Indonesia memiliki peran penting dalam menyukseskan Program Obor yang memiliki agregat ekonomi sebesar US$ 21 triliun.

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani MoU kerjasama dengan Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) untuk mendukung Program OBOR (One Belt One Road) yang digagas oleh Pemerintah Tiongkok.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Kepala BKPM Thomas Lembong dan Chairman HKTDC Vincent HS Lo di sela-sela Seminar Kerjasama Strategis Indonesia-Hong Kong Dalam Belt and Road Initiative yang digagas oleh HKTDC, Chinese Chamber of Commerce Hong Kong dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (25/4).

Selain Thomas Lembong dan Vincent HS Lo hadir pula Chairman CGCC dan Chairman Sunwah Grup Jonathan Choi, pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir, Pendiri dan Pemimpin CT Corp Chairul Tanjung, Chairman Shanghai Geoharbour Construction Group Mr Xu Shilong dan Wakil Ketua Umum KADIN Shinta Widjaya Kamdani.

Melalui kerjasama ini Hong Kong memainkan peranan penting untuk menghubungkan Tiongkok, Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya guna mendorong para pebisnis khususnya Hongkong dan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia dan menyediakan layanan profesional yang berkualitas untuk memuluskan kerja sama investasi.

Belt and Road Initiative atau One Belt One Road (OBOR) merupakan sebuah proyek ambisius Tiongkok yang diumumkan Presiden Tiongkok Xi Jinping melalui pidato bersejarahnya di Gedung DPR RI pada 2013 silam. Tujuan dari inisiatif OBOR ialah membangun kawasan ekonomi jalur sutra yang melibatkan sekitar 4,4 miliar penduduk dengan agregat ekonomi sekitar US$ 21 triliun di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah, Eropa dan sebagian Afrika.

Chairman HKTDC Mr Vincent HS Lo mengatakan Belt and Road Initiative membawa kesempatan dan keuntungan yang nyata bagi Indonesia dan kawasan. Menurutnya, sebagai salah satu negara penggagas ASEAN dan memiliki potensi ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia punya peran penting dalam mensukseskan program Belt and Road Initiative yang diinisiasi Presiden Tiongkok Xi Jinping.

“Program OBOR Menawarkan kombinasi permodalan, keahlian profesional dan kapabilitas produksi dari Hongkong dan Shanghai. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan rekan kerjasama di Pemerintah Indonesia untuk mengubah kesempatan investasi ke dalam kerjasama bisnis yang menguntungkan,” singkat Vincent.