Pemerintah Tiongkok Setuju Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Ditambah

Selasa, 08 Mei 2018 10:43:54
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS.
PM Tiongkok Li Keqiang saat mengisi buku tamu didampingi Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, . (Istimewa)

Pemerintah Tiongkok menyetujui penambahan kuota ekspor Kelapa Sawit Indonesia sebesar 5oo ribu ton, serta meminta kuota impor Jeruk Mandarin ditambah.

BOGOR – Sejumlah agenda kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok dibahas oleh Presiden Joko Widodo dan PM Tiongkok Li Keqiang, dalam pertemuan di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/5). Selain masalah investasi, proyek infrastruktur hingga pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Pertemuan tersebut juga membahas peningkatan kuota ekspor Kelapa Sawit Indonesia ke Negeri Tirai Bambu.

Dalam pernyataan bersama dengan PM Tiongkok Li Keqiang, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, Tiongkok sudah menyepakati penambahan kuota ekspor Kelapa Sawit Indonesia ke Tiongkok sebesar 500 ribu ton. Presiden Joko Widodo mengatakan, PM Li Keqiang menyambut baik permintaan tersebut. Peningkatan kuota ekspor ini dinilai menguntungkan Indonesia, lantaran bisa menggarap pasar potensial Negeri Tirai Bambu tersebut. “Dengan penduduk 1,3 miliar, Tiongkok merupakan para potensial bagi komoditas dan produk Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo.

Ditambahkan olehnya, selain peningkatan kuota ekspor Kelapa Sawit, Pemerintah Tiongkok juga membuka peluang untuk peningkatan ekspor komoditas lainnya dari Indonesia, seperti Kakao, Manggis dan buah-buahan Indonesia lainnya.

Sementara itu, PM Li Keqiang mengakui pihaknya telah menyepakati penambahan kuota eskpor Kelapa Sawit dari Indonesia sebesar 500 ribu ton. Ia pun bakal segera memberikan pengarahan kepada lembaga terkait dengan hal ini di Tiongkok. Kendati demikian, pada saat yang sama PM Li juga meminta Indonesia meningkatkan kuota impor Jeruk Mandarin yang sebelumnya sempat dibatasi. Ia juga memastikan akan memerhatikan kualitas Jeruk Mandarin Tiongkok agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Pemerintah Tiongkok akan segera mengatur penambahan kuota ekspor Kelapa Sawit dari Indonesia, karena saat ini jumlah (impor) Kelapa Sawit dari Indonesai tidak lebih dari 5 juta ton per tahun. Komoditas asal Indonesia yang merupakan daerah tropis, tidak dapat ditanam di Tiongkok, “ singkatnya.