Pemerintah Tiongkok Tambah Impor Kelapa Sawit, Luhut Sumringah

Rabu, 09 Mei 2018 10:42:45
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS
Ilustrasi Kelapa Sawit Indonesia. (Istimewa)

Luhut menilai, niat Pemerintah Tiongkok menambah kuota impor Kelapa Sawit dari Indonesia, memperkuat posisi komoditas tersebut di Eropa.

JAKARTA – Pemerintah Tiongkok rencananya bakal memenuhi permintaan Indonesia, terkait peningkatan kuota impor Kelapa Sawit dari Indonesia sebanyak 500 ribu ton. Terkait hal ini, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, persetujuan Tiongkok tersebut, meningkatkan posisi tawar Indonesia di Uni Eropa, agar Kelapa Sawit Indonesia bisa masuk ke Benua Biru.

Luhut mengatakan, saat ini Pemerintah Indonesia masih melakukan negosiasi terkait Kelapa Sawit, lantaran adanya kampanye hitam Kelapa Sawit Indonesia yang menyebabkan penolakan terhadap komoditas ini di Eropa.

“Jelas dia (Uni Eropa) tahu, posisi Indonesia kuat, sudah tahu posisi kita. Apalagi ada Tiongkok yang mau beli (Kelapa Sawit) kita. Ini memberi sinyal kuat kepada dia (Uni Eropa),” kata Luhut.

Kendati demikian, lanjut pria yang lama berkarir di Kopassus ini, penambahan kuota impor Kelapa Sawit ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, lantaran ada beberapa prosedur yang harus dilalui, terutama administrasinya. “Perlu administrasi beberapa waktu, kami harapkan kalau bisa tahun ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penambahan kuota impor Kelapa Sawit Indonesia ke Tiongkok ini menjadi salah satu item yang dibahas oleh Presiden Joko Widodo bersama PM Tiongkok Li Keqiang di Istana Bogor, Senin (7/5). Dalam kesempatan tersebut, PM Li mengutarakan persetujuannya untuk menambah impor Kelapa Sawit dari Indonesia sebanyak 500 ribu ton. Dan, ia akan membahas pelaksanaannya dengan Pemerintah Tiongkok, sekembalinya dari Indonesia.