AYIC 2017, Toleransi dalam Keanekaragaman Antar Agama

2017-11-07 13:39:06
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Keakraban peserta AYIC 2017 dengan anak-anak. (Istimewa)

AYIC merupakan wadah memupuk toleransi dalam keanekaragaman antar agama se-ASEAN

Penyelenggaraan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017 baru saja selesai. Acara yang berlangsung di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang, Jawa Timur ini mengusung tema ‘Tolerance in Diversity for ASEAN and Wolrd Harmony’. Diharapkan toleransi dalam keanekaragaman antar agama dapat menciptakan keharmonisan di dunia.

Hal ini sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia ‘Bhineka Tunggal Ika’, yang berhasil membingkai keberagamaan di Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan berkat kerja sama antara Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Unipdu dan Pemkab Jombang ini diikuti 150 pemuda dari 21 negara. Di antaranya, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Philipina, Kamboja, Laos, Jepang, Brunei, Korea Selatan, Tanzania, Belanda, Amerika, Madagaskar, Inggris, Pakistan, Mesir dan lainnya.

Peseta AYIC diajak mengunjungi beberapa tempat ibadah di Jombang, seperti Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dan Klenteng Hong San Kiong Pagoda di Gudo Jombang.

Bakrie Ilyas, Panitia AYIC 2017 mengatakan, peserta sangat terkesan, khususnya saat di Klenteng Hong San Kiong, karena bukan hanya pengurus klenteng, Anak-anak yang membawa bendera dari 21 negara pun ikut menyambut kedatangan mereka. Peserta juga disuguhkan atraksi barongsai.

“Mereka disambut meriah, termasuk para umat konghucu dengan semangat persaudaraan yang kental,” ujar Bakrie di Unipdu Jombang.

Kunjungan peserta AYIC 2017 ini diharapkan dapat menunjukkan toleransi umat beragama di Indonesia patut menjadi contoh bagi bangsa-bangsa lain di dunia. Hal ini sesuai dengan harapan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam sambutannya saat membuka acara AYIC 2017.