Bagi-bagi Buku di Klenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi

Selasa, 11 April 2017 14:41:13
Editor : Azis Faradi | Reporter : M Romy
Ketua MAKIN Provinsi Jambi Darman Wijaya bagi-bagi buku di Sekolah Minggu Khonghucu Jambi. (M Romy)

Pendidikan Khonghucu tak hanya dilakukan di sekolah, juga di tempat ibadah. Melalui bagi-bagi buku, seperti di Klenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi.

AGAMA Khonghucu telah diakui oleh Pemerintah Indonesia. Sejak Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Namun, hingga kini banyak hak-hak sipil penganut Khonghucu yang terabaikan. Salah satunya adalah pendidikan agama bagi siswa-siswi.

Hak pendidikan agama sebenarnya sudah memiliki payung hukum. Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Provinsi Jambi Darman Wijaya, meminta supaya sekolah-sekolah di Jambi bisa mengakomodasi undang-undang yang ada.

Pendidikan agama, sambungnya, penting diajarkan sedini mungkin. “Karena anak adalah titipan dari Tuhan kepada kita. Ini merupakan amanah yang harus dididik dengan sebaik-baiknya,” tuturnya kepada Indochinatown.com, Selasa (11/4/2017).

 Sebagai salah satu upaya mendukung pendidikan Khonghucu, diadakan pembagian buku Di Zi Gui Klenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi.

“Orangtua perlu mengajarkan pendidikan. Memberikan bekal baik di dunia ataupun akhirat. Agar kelak mereka menjadi orang yang sukses di masa mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MAKIN Kota Jambi Darmadi Tekun, menekankan pendidikan yang diberikan agar anak-anak tumbuh dengan menjalankan perintah Tuhan.

“Menjauhi larangannya. Agar keluarga terhindar dari siksaan. Sebagai orangtua kita harus selalu memelihara anak-anak,” pungkasnya.