Bedah Rumah dari Warga Tionghoa untuk Masyarakat Miskin

2017-09-11 11:20:45
Editor : Azis Faradi | Reporter : CHC Saputro
Penerima program bedah rumah warga miskin, pengurus PSMTI dan pemerintah Kota Metro, Lampung. (CHC Saputro)

SEBAGAI bentuk kepedulian, diadakan bedah rumah secara rutin. Dilakukan oleh warga Tionghoa untuk masyarakat miskin. Beri tempat tinggal yang layak huni.

Program bedan rumah yang dilakukan warga Tionghoa, tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Metro, bertujuan membantu masyarakat miskin. Program ini dijalankan secara rutin.

PSMTI mengadakan bedah rumah selalu menggandeng pemerintah setempat, dan kelompok lain yang punya kepedulian sosial. Pada saat ini, masyarakat miskin di Kota Metro tak hanya membutuhkan dana, tapi tempat tinggal yang layak.

Gunawan Qie, Ketua PSMTI Kota Metro, mengatakan, salah satu program ungglan organisasi ini selain membantu, juga untuk menumbuhkan kembali semangat gotong-royong. Memotivsi warga memiliki rumah sehat.

“Semoga apa yang sudah kami lakukan dapat bermanfaat bagi warga Metro. Program ini juga dapat memotivasi warga Tionghoa untuk bergandengan tangan dan berbagi kepada warga,” ujarnya belum lama ini.

Sementara itu, Achmad Pairin, Wali Kota Metro, memberikan apresiasi terhadap program unggulan PSMTI itu. Meskipun dalam bedah rumah satu periode hanya mampu membantu sebanyak lima unit tempat tinggal orang miskin.

Selama ini, sambungnya, PSMTI banyak terlibat secara aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dia memberikan contoh, selain bedah rumah, ada operasi katarak, sunatan massal, hingga menjaga kerukunan serta kebersamaan etnis.

Pada program bedah rumah kali ini, wilayah yang tersentuh adalah warga miskin di Kelurahan Ganjarasri. Hadir dalam bedah rumah itu Wakil Wali Kota Djohan, Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan ke-23 SPDB Edward Syah Pernong, Ketua Umum PSMTI David Herman Jaya, Ketua PSMTI Lampung Christian Chandra, dan lain-lain.