Bhante Dharmavimala: Pemuda Buddhis Era Milenial Harus Punya Jati Diri

2018-01-11 20:05:42
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Bhante Dharmavimala. (Istimewa)

ILMU pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, namun pemuda Buddhis era milenial ini harus punya jati diri. Seperti disampaikan Bhante Dharmavimala.

Dunia berputar dengan cepat. Ilmu pengetahuan dan teknologi pun berkembang pesat. Di zaman serba modern ini, setiap individu harus memiliki daya saing yang tinggi untuk dapat bertahan. Bhante Dharmavimala mengatakan, pemuda Buddhis di Era Milenial harus punya jati diri.

Hal ini disampaikannya dalam Sarasehan Musyawarah Nasional PMVBI di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Bhante mengatakan perkembangan zaman memang sudah berubah, tetapi pemuda Buddhis jangan sampai terbawa arus negatif.

“Jangan jadikan hasil riset tentang kekacauan generasi milenial sebagai pedoman hidup. Anda harus tetap memiliki jati diri, faktor Buddhis inilah yang akan menjadi perbedaan. Pemuda Buddhis harus memiliki karakter tersendiri,” ujar Bhante.

Ibarat konten dan container. Konten merupakan isinya, container adalah pembungkusnya. “Container boleh menyesuaikan perkembangan zaman, boleh memanfaatkan yang ada tetapi kontennya harus tetap benar. Konten ini merupakan nilai-nilai Buddhadharma,” jelasnya.

Dia juga berpesan dan mengajak para pemuda Buddhis agar selalu berusaha melakukan yang terbaik dan dapat menerima apa pun yang terjadi di dalam hidup. Oleh karena itu, menjadi Buddhis sangat penting.