Gubernur Jatim Terima Audiensi Fokus Indonesia

Selasa, 13 Maret 2018 11:12:33
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Gubernur Jatim Soekarwo berfoto bersama perwakilan Fokus Indonesia. (Istimewa)

Kepada perwakilan Fokus Indonesia, Gubernur Jatim Soekarwo berpesan untuk mewaspadai adanya konflik internal dan antar agama, agar Jawa Timur kondusif.

SURABAYA - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum menerima audiensi perwakilan tokoh Fokus Indonesia yang terdiri dari Ketua Parakhin (Perkumpulan Rohaniwan Agama Khonghucu Indonesia) Hs Bingky Irawan, Jusi Qwensi (Katolik), Romo Naen Soeryono (Penghayat) dan  Liem Tiong Yang  (Khonghucu) di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/3).

Menurut Liem Tiong Yang, audiensi ini bertujuan mohon doa restu dan dukungan beliau untuk  menjadi narasumber dalam tayangan di BBS TV yang bertajuk ‘Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP)’, sekaligus memperkenalkan Fokus Indonesia (Forum Komunikasi Sehati Indonesia) yang terdiri dari tokoh-tokoh lintas agama yang menyuarakan perdamaian antar umat beragama. Kemasan dialog lintas agama yang  terdiri dari 6 Agama dan  Penghayat Kepercayaan ini  rencananya kan ditayangkan  rutin di BBS TV, Surabaya.

Dalam kesempatan yang sama, Hs Bingky Irawan selaku Ketua Parakhin juga mengenalkan organisasi yang dipimpinnya kepada orang nomor satu di Jawa Timur tersebut. Ia pun menyerahkan kenang-kenangan sebuah pigura yang berisikan motto Parakhin ‘"Tidak menyalahkan orang lain. Aku sendiri belum tentu benar. Senantiasa ingat memohon maaf kepada Tuhan. Senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan jiwa’, yang  ditulis dalam berbagai bahasa.

Sementara itu, Pakdhe Karwo, panggilan akrab Soekarwo sangat mendukung program IMP dan  berkenan umtuk  menjadi Narasumber. Bahkan Pakde Karwo memberi masukan mengenai toleransi dan kerukunan umat beragama lewat dialog budaya, karena semua agama melahirkan budaya dan akan lebih landai dan dapat diterima segala kalangan. 

Gubernur Jatim juga berpesan kepada perwakilan Fokus Indonesia untuk memerhatikan pula konflik antar internal agama selain konflik antar agama, agar tidak terjadi dan memecah persatuan bangsa. “ Intinya, saya ingin Jawa Timur juga kondusif, perlu dijaga bersama agar tetap aman dan damai. Tinggal jadwal shootingnya disesuaikan dengan jadwal  kegiatan saya yang  cukup padat, biar tak ada kendala,” pesannya.