HUT ke-19 Yayasan Cahya Buwana

2017-12-05 17:58:36
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
HUT ke-19 Yayasan Cahya Buwana. (Istimewa)

HUT ke-19 Yayasan Cahya Buwana dimeriahkan dengan berbagai acara. Yayasan ini merupakan wadah silaturahmi antar anggota dari berbagai daerah se-Indonesia.

Peringatan HUT ke-19 Yayasan Cahya Buwana berlangsung meriah. Kegiatan ini tidak memandang suku, ras, dan agama ini digelar di Sekretariat Yayasan Cahya Buwana, Manggalagiri Srandil, Adipala, Cilacap.

Menurut Budiyanto Hermawan, Manggala Yayasan  Cahya Buwana 1610,  kegiatan ini bertujuan memperingatai berdirinya Paguyuban Cahya Buwana yang kini sudah berubah menjadi Yayasan. Acara ini juga sebagai ajang silaturahmi para anggota dari berbagai daerah se-Indonesia.

Adapaun acaranya, lanjut Budi, melakukan ritual kirab gotong pepethan YM Shanghyang Ismoyo dan Kanjeng Ratu Kidul Sengkaring Jagat dari padepokan dan melarung sesaji ke laut kidul. “Ritual ini merupakan simbol agar bencana yang ada teratasi dan tidak timbul bencana lagi di bumi ini. Biar kalis dari sambikolo,” ujar Budi.

Sonny Gunawan dari Gudo, Jombang menambahkan, penghayat Cahya Buwana ini mempunyai simbol utama yakni Sanghyang Ismoyo atau Ki Semar dengan logo angka 1610. Artinya siji, enem, sepuluh dalam aksara Jawa adalah Ha, Da, La yang memiliki makna Adilah.

“Saya tertarik ikut Cahya Buwana. Karena saya hidup di tanah Jawa, mengapa malu mengakui Jawa. Cari makan, hidup dan mati pun,” ujar Sonny Gunawan alias Yang Ming Shan, pada indochinatown, Senin (4/12).