Identitas Tionghoa sebagai Ikon Baru Kota Bogor

2017-07-14 15:13:03
Editor : Azis Faradi | Reporter : Nurrochmansyah
Lawang Suryakencana yang memiliki kekhasan budaya Tionghoa menjadi identitas baru Kota Bogor. (Nurrochmansyah)

Sebuah identitas yang melekat dengan Tionghoa, dijadikan sebagai ikon baru Kota Bogor. Berupa gapura yang didesain dengan mengacu pada arsitektur Tiongkok.

LAWANG Suryakencana menjadi ikon baru Kota Bogor, Jawa Barat. Gapura yang kental bernuansa etnis Tionghoa ini memang sengaja dibangun pemerintah kota sebagai pintu gerbang menuju kawasan pecinan.

Pembangunan gapura diresmikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya pada Februari tahun 2016. Diharapkan menjadi simbol pengakuan terhadap etnis dan budaya Tionghoa. Karena bagian tak terpisahkan dari kehidupan di Kota Hujan ini.

Gerbang yang terletak di Jalan Suryakancana, Bogor ini memiliki warna dominan merah dan mengadopsi struktur gerbang khas masyarakat Tionghoa. Kawasan pecinan ini akan dijadikan salah satu ikon, bahwa Bogor merupakan kota pusaka.

Gerbang Suryakancana juga dapat diartikan sebagai ciri khas bahwa Kota Bogor sebagai kota pusaka dalam arti menjaga kelestarian budaya. Gerbang dengan tinggi sekitar 13 meter ini berdiri dengan kokoh laiknya gerbang istana.

“Lawang Suryakancana, Kampung Tengah-Buitenzorg, Dayeuh Bogor” merupakan tulisan yang terpampang di tengah gapura. Diambil dari bahasa Sunda yang bermakna Gerbang Suryakencana, Kampung Tengah-Bogor, Kota Bogor.

Tulisan ini membantah berbagai pendapat yang disampaikan segilintir orang, bahwa pembangunan gerbang ini merupakan usaha pemisahan atau pengkotak-kotakan budaya.

Dapat di cermati, meskipun Gerbang Suryakancana memiliki warna dan ornamen yang identik dengan budaya Tionghoa, namun penyematan nama menjadi usaha nyata menyatukan semua elemen.

Kusuma, Tokoh Tionghoa, mengatakan gerbang ini menjadi tonggak sejarah Kota Bogor dalam menjaga keberagaman dan kerukunan umat beragama. “Jalan Suryakencana salah satu jalan tertua di Kota Bogor. Kawasan ini memiliki nilai sejarah,” katanya Jumat (14/7/2017).

“Keberadaan Gerbang Suryakancana bukan hanya memiliki simbol keberagaman budaya, diharapkan membawa berkah bagi semua warga Kota Bogor,” tambah Kusuma.

Lawang Suryakencana diharapkan membawa berkah dengan meningkatnya pengunjung. “Masyarakat juga mengakui kalau Suryakancana makin bersih, makin rapi, tinggal macetnya saja. Kalau kita disiplin mungkin bisa dikurangi, sekarang saja sudah banyak pengunjung yang datang ke Suryakencana.”