Ikuti Lomba Karaoke Mandarin Tingkat Nasional di PBTY

Selasa, 16 Januari 2018 11:34:36
Editor : Porwanto | Reporter : Hendro Wibowo
Pada 24 Februari 2018 nanti, lomba karaoke lagu Mandari di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta akan digelar secara nasional dengan juri tingkat nasional pula. (Hendro Wibowo)

Pekan Budaya Tionghoa di Yogyakarta juga akan menggelar lomba karaoke lagu Mandarin tingkat nasional, tepatnya pada Februari mendatang..

Ada kabar gembira bagi yang suka karaoke. Apalagi karaoke dengan lagu Mandarin. Ikuti lomba itu di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta. Lomba akan dilaksanakan mulai 24 Februari 2018. Menurut sesepuh masyarakat Tionghoa di Yogyakarta, Agung Budiono, “Yang istimewa di PBTY pada tahun ini adalah ada lomba karaoke nasional. Setiap tahun, PBTY memang ada lomba karaoke lagu Mandarin. Tapi levelnya hanya tingkat lokal, yaitu untuk daerah Jogja dan sekitarnya saja. Nah, tahun ini, kami menggelar lomba karaoke lagu Mandarin bertaraf nasional.” Katanya.

Ditemui di rumahnya di kawasan Malioboro, tokoh Perwacy itu menjelaskan, “Lomba ini adalah lomba karaoke Mandarin untuk umum. Siapa pun yang mau ikut boleh. Tapi ada batasan usia, di bawah 40 tahun. Tempatnya masih sama dengan lomba-lomba karaoke sebelumnya, yaitu di panggung Dreamlight, panggung yang paling dekat dengan gapura ketandan.”

Lomba Karaoke Mandarin ini tingkat nasional, maka jurinya pun juri nasional. Bukan juri lokal dari Jogja seperti lomba-lomba sebelumnya. "Jurinya kita belum tahu, karena lomba baru tanggal 24 Februari 2017. Ini kan masih bulan Januari. Nanti kalau sudah dekat-dekat, kita baru tahu.  Masalahnya, jurinya tuh kadang-kadang sudah oke, eh waktu dekat harinya mendadak sakit, gak bisa datang. Atau kadang-kadang  ada urusan lainnya. Jadi jauh-jauh hari kita sudah memberi tahu mereka, ngontak-ngontak mereka dulu, siapa yang bisa,” jelasnya.

Pemenangnya akan mendapat hadiah uang tunjangan pembinaan dan piala. Lomba karaoke Mandarin level nasional ini biasanya berlangsung 2 hari. Babak penyisihan, lalu final. Pesertanya diumumkan secara nasional. "Kita sudah menghubungi Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya. Kita kan sudah tahu kira-kira penyanyi top itu di Medan, Palembang, Pontianak. Biasanya yang ngetop-ngetop itu ya di situ. Seperti waktu lomba karaoke internasional di Beijing kemarin, ada cewek dari Medan berumur 18 tahun yang jadi juara.

Untuk lomba februari nanti, siapa pun boleh ikut. Boleh diikuti lintas suku dan agama, bole orang Jawa, Batak, Papua atau manapun. Asal bisa berkaraoke lagu mandarin. Namun hanya untuk yang usia di bawah 40 tahun. Sebab orang-orang tua atau lansia itu suaranya sudah lain. Orang yang usianya 18 – 25 tahun dengan orang berusia 40 atau 50 tahun ke atas itu suaranya sudah lain.

"Karena perkembangan badan. Pita suaranya mulai kurang elastis. Lomba ini juga terbuka untuk siapa pun, termasuk yang sudah profesional atau pernah jadi juara karaoke lagu mandarin tingkat nasional atau internasional. Namun biasanya mereka sudah memperhitungkan, sesuai gak hadiahnya dengan  biaya transportasi dan akomodasi selama di Jogja.” Katanya mengakhiri wawancara.