Indonesia dan Taiwan Sepakat Tingkatkan Pendidikan Kesehatan

2017-09-12 15:31:33
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Perwakilan dari institusi pendidikan Indonesia dan Taiwan, membuat kerjasama untuk tingkatkan kualitas pendidikan dalam bidang kesehatan. (Istimewa)

INSTITUSI pendidikan dari Indonesia dan Taiwan bekerjasama untuk tingkatkan kualitas pendidikan dalam bidang kesehatan.

Teridiri dari 18 institusi dari Indonesia dan Taiwan. Membangun kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tingkatkan pendidikan, khususnya dalam bidang kesehatan.

“Institusi di Indonesia dan Taiwan tersebut tergabung dalam Taiwan-Indonesia Healthcare Education (TIHE),” kata Hilman Latief, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), seperti dikutip Antara pada Senin, 11 September 2017.

Aliansi institusi pendidikan dari kedua negara tersebut, sambungnya, merupakan batu loncatan untuk meningkatkan mutu pendidikan kesehatan. “Kesehatan merupakan sebuah isu yang penting bagi Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat. Kesehatan merupakan salah satu fokus dari sekian banyak isu yang diperhatikan,” jelasnya.

Institusi dari Indonesia, yang terlibat dalam kerjasama ini banyak berasal dari Muhammadiyah. Selama ini organisasi ini memiliki banyak perguruan tinggi dan rumah sakit, sehingga tepat dengan keterlibatan kerjasama ini.

“Oleh karena itu, kebutuhan untuk mengembangkan ilmu kesehatan menjadi penting demi meningkatkan mutu kehidupan. Itulah yang menjadi tujuan dari pembentukan aliansi tersebut.”

Sementara itu, Nan-Chen Hsieh, perwakilan dari National Taipei University of Nursing and Health Science (NTUNHS), mengungkapkan aliansi tersebut akan menjadi sebuah terobosan penting bagi pengembangan ilmu kesehatan.

“Saya yakin aliansi tersebut akan menjadi sebuah kemajuan penting untuk era kita. Untuk meningkatkan masing-masing institusi ataupun dalam menghasilkan generasi yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.”

Aliansi TIHE  tersebut akan menjadi sebuah platform untuk para anggotanya dalam mengembangkan berbagai kerja sama antarinstitusi. “Kerjasama yang ditawarkan ke depan tidak hanya terbatas dalam isu-isu kesehatan, tetapi juga dalam bidang lain, seperti agrikultur.”