ITS Fasilitasi Pertemuan Rektor dari Indonesia dengan Tiongkok dan Jepang

2017-10-10 15:16:58
Editor : Azis Faradi | Reporter : Choirul Mahfud
Ilustrasi ITS. Kampus tersebut akan fasilitasi pertemuan rektor dari Indonesia dengan Tiongkok dan Jepang. (Istimewa)

SEBAGAI salah satu perguruan tinggi ternama, ITS akan memfasilitasi pertemuan rektor PTN dari Indonesia dengan Tiongkok dan Jepang. Membahas berbagai isu.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya makin aktif melakukan program pengembangan dan kerjasama, baik tingkat lokal, nasional hingga internasional. Rencananyanya akan memfasilitasi pertemuan rektor dari Indonesia dengan Tiongkok dan Jepang.

Pertemuan rektor perguruan tinggi negeri (PTN) dari ketiga negara, sebagai upaya peningkatan pengetahuan dalam bidang teknologi.

Profesor Ketut Buda Artana, Wakil Rektor bidang Kerjasama ITS Surabaya, mengatakan, pertemuan yang digagas itu sebagai langkah nyata, mendorong perguruan tinggi menjadi kelas dunia atau world class university.

Ini, sambungnya, merupakan salah satu harapan dan tujuan strategis dari pengembangan ITS. Maka diperlukan langkah-langkah nyata, untuk mewujudkannya.

“Sebagaimana tertulis pada Rencana Strategis pengembangan ITS, upaya peningkatan kualitas dan kuantitas. Kegiatan sinergi dan kerjasama internasional menjadi salah satu program kerja utama baik melalui kegiatan akademik, riset, inovasi dan kerjasama lainnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dalam agenda itu terdapat enam bagian. Pertama, 4th Joint Working Group (JWG) Indonesia-Jepang, pada 23-25 Oktober 2017. Kedua, Asean-China Network in Engineering and Technology (ACNET), dari 27-29 November 2017.

Ketiga, Eastern Part of Indonesia University Network (EPI UNET) Presidential forum, 27-29 November 2017. Keempat, Workshop on Strategic IP Management for Effective Research and Innovation in Asian Higher Education (SPHIRE), 27-29 November 2017.

Kelima, CommTech Integrative Initiative, 21-29 November 2017. Keenam, International Conference on Innovation and Industry Application (CINIA),pada  29 November 2017.

“Spesial di bulan Oktober ini, akan digelar agenda pertama yaitu 4th Joint Working Group (JWG) Indonesia-Jepang, 23-25 Oktober 2017,” jelasnya.

Ketut Buda Artana menambahkan,  menjelaskan, agenda JWG Indonesia-Jepang adalah forum pertemuan pimpinan perguruan tinggi negeri kedua negara. “Agenda spesial ini merupakan program Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Jadi agenda ini sungguh penting bagi masa depan kampus di Indonesia dan Jepang.”