Jelang Pekan Budaya Tionghoa, JCACC Audiensi dengan Gubernur DIY

2018-01-10 17:41:16
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Hendro Wibowo
Pengurus JCACC dan Panitia PBTY 2018 audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Istimewa)

JOGJA Chinese and Culture Centre (JCACC) dan panitia Pekan Budaya Tionghoa menggelar audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2018 akan segera dimulai. Sejumlah tokoh-tokoh Tionghoa di Yogyakarta yang tergabung dalam Jogja Chinese and Culture Centre dan Panitia PBTY 2018 pun beraudiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan.Hamengkubuwono X.

Menurut Jimmi Sutanto, Tokoh Tionghoa di Yogyakarta, PBTY 2018 akan digelar pada 24 Februari 2018 hingga 2 Maret 2018 di Kampoeng Ketandan. Seperti tahun sebelumnya, acara berlangsung tujuh hari, yaitu sepekan setelah Imlek atau sepekan sebelum Cap Go Meh.

“Kami pengurus JCACC dan Panitia PBTY 2018 baru saja menghadap Gubernur DIY, menjelaskan tentang acara tersebut sekaligus juga mengundang beliau untuk berkenan membuka secara resmi Pekan Budaya Tionghoa nanti, sekaligus meminta saran-saran beliau,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Fu Qing ini kepada Indochinatown.com.

Tokoh-tokoh yang ikut audiensi dengan Gubernur DIY, di antaranya Harry Setya (ketua JCACC), Soekeno (Hakka), Agung Budiono (Perwacy), Jimmi Sutanto (Fu Qing), Moewardi Gunawan (Bhakti Putera), Thomas Santosa Wijaya Gunawan (PSMTI), Tjundaka Prabawa, Bekti, Fenni Wiendrati dan Andi S.

“Awalnya pihak panitia PBTY sedikit ragu, apakah PBTY 2018 dibuka pada hari Sabtu, 24 Februari 2018 di Ketandan, sebab besoknya hari Minggu, 25 Februari 2018 akan diadakan lomba Jogja Dragon Festival. Atas petunjuk dari Ngarsa Dalem (baca. Sri Sultan) akhirnya pembukaan PBTY XIII dijadikan satu dengan pelaksanaan Jogja Dragon Festival, yaitu pada Sabtu, 24 Februari 2018 di sepanjang Jalan Malioboro hingga berakhir di alun-alun Utara.” jelasnya.

PBTY ke-XIII kali ini mengambil tema ‘Harmoni Budaya Nusantara. Selain Jogja Dragon Festival dan Karnaval PBTY, kegiatan ini akan diisi beragam acara, mulai dari bazaar,  kesenian di panggung utama, wayang Potehi, pameran budaya, melukis boneka Potehi, mandarin story telling, lomba shufa, lomba rao kou ling, lomba Chinese painting, lomba karaoke mandarin, costume contest, dance competition dan band competition,” tandas Jimmi.