Jelang Waisak Relawan Buddha Tzu Chi Mandikan Buddha Rupang

Kamis, 17 Mei 2018 10:26:02
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Prosesi pemandian Buddha Rupang oleh relawan Buddha Tzu Chi. (Istimewa)

Prosesi pemandian Buddha Rupang oleh relawan Buddha Tzu Chi ini terbagi dalam delapan blok yang membentuk persegi.

SINGKAWANG – Dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2562 BE, Yayasan buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Kota Singkawang menggelar kegiatan pemandian Buddha Rupang.

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Bakti Puja, Kantor Penghubung Tzu Chi, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Minggu (13/5) ini diikuti ratusan umat dari berbagai Majelis Agama Buddha yang ada di Kota Singkawang. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti Panitia Perayaan Waisak Bersama Tahun 2018.

Ketua Tim Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Kota Singkawang Bong Sui Khim menjelaskan, prosesi memandikan Buddha Rupang diawali dengan penghormatan kepada Sang Buddha, dilanjutkan penyalaan pelita, persembahan air suci dan bunga.

“Prosesi pemandian Buddha Rupang memiliki makna membersihkan noda kekotoran yang bersemayam di hati, sehingga batin kembali menjadi suci, penuh cinta kasih dan bijaksana. Karena sebenarnya di dalam hati kita telah ada sifat Buddha. Yang diperlukan untuk mengembangkannya ialah, dengan merasa bersyukur, menghormati dan saling mengasihi, menghormati dan menyayangi. Tidak hanya antar umat Buddha, tetapi juga sesama makhluk hidup di alam semesta,” paparnya.

Prosesi memandikan Buddha Rupang dibagi menjadi delapan blok yang membentuk persegi. Barisan pertama dari setiap persegi terdiri dari relawan komite dan komite kehormatan, mereka mempersembahkan lilin dan air.

Sedangkan relawan barisan kedua dari setiap persegi mempersembahkan bunga. Setelah mempersembahkan lilin, air, dan bunga, para relawan mengarahkan peserta memandikan Buddha Rupang.

Usai prosesi pemandian Buddha Rupang, dilanjutkan dengan melakukan pradaksina yaitu meditasi berjalan mengitari barisan dengan konsentrasi diiringi lagu Jing Ji Qing Cheng.

“Dengan mengitari Buddha Rupang yang diiringi lagu Jing Ji Qing Cheng, kita berharap semoga doa cinta kasih yang dipanjatkan terdengar oleh Buddha, sehingga kehidupan di dunia ini menjadi damai sentosa, aman, dan sejahtera, terbebas dari bencana dan musibah. Semoga Dharma ajaran Buddha bisa berkembang, dan kita semua berjalan di jalan Bodhisatwa untuk menjalani hidup yang bajik dan benar,” pungkas Ketua Tim Yayasan Buddha Tzu Chi Kantor Penghubung Kota Singkawang ini.