Klenteng Kong Lin Bio Taja Wayang Potehi

2018-01-02 12:06:29
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Soni Frans Asmara, dalam wayang potehi dari Jombang. (Istimewa)

KLENTENG Kong Lin Bio Taja Wayang Potehi. Gelaran wayang potehi ini berlangsung dua kali dalam sehari.

Di penghujung 2017, Klenteng Kong Lin Bio taja wayang potehi. Gelaran wayang potehi dari Gudo, Jombang ini diawali dengan sembahyang pada Kamis (28/12/2017). Lidya Sie Lie Bing, Pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Cahaya Sakti, Temanggung mengatakan, pentas wayang yang menampilkan Soni Frans Asmara asal Jombang sebagai dalang ini digelar dua kali dalam sehari, yakni pukul 15.30-17.00 dan pukul 19.30-21.30.  

Soni mengatakan, kali ini dia akan mengangkat lakon ‘Tong See Han’. Kisah runtuhnya Kerajaan Cin Kok.

“Lakon ini mengisahkan awal pembangunan tembok cina oleh Kerajaan Cien Sie Ong dari Kerajaan Cin Kok. Raja Cin Sie memerintahkan rakyat kerja paksa untuk membangun tembok raksasa mengelilingi Kerajaan Cin Kok. Kebikakan ini membuat rakyat tertindas dan menderita. Hingga akhirnya muncul kerajaan baru Cauw Kok yang memiliki dua orang perwira yang sangat kuat yaitu Hang Ie dan Lauw Pang,” ungkap Soni.

Akhirnya raja Cauw Hwai Ong dari kerajaan Cauw Kok memerintahkan dua perwiranya untuk menyerang kerajaan Cin Kok dari dua arah Hang Ie dari arah timur dan Law Pang dari arah barat. Akhirnya kerajaan Cin Kok tak bisa bertahan lagi dan runtuh.