Klenteng Sai Che Tien Tempat Pemberkatan Pernikahan

2017-11-14 13:47:43
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : M Romy
Pemberkatan di Klenteng Sai Che Tien dipimpin oleh Ketua Rohaniawan Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Provinsi Jambi JS The Lien Teng. (Istimewa)

BAGI umat Khonghucu tidak perlu ragu lagi untuk mengadakan pernikahan di klenteng. Klenteng Sai Che Tien siap menjadi tempat pemberkatan.

Cinta Frendy Willyam dan Lenny dikukuhkan di Klenteng Sai Che Tien, Kota Jambi. Pernikahan ini membuktikan umat Khonghucu tak perlu ragu lagi memilih klenteng sebagai tempat pemberkatan pernikahan.

“Sesuai dengan Undang-Undang No.1/1974 bahwa syarat sah pernikahan ialah dilakukan dan dicatatkan di pemerintah, maka kalian berdua telah sah menjadi suami istri,” kata Ketua Rohaniawan Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Provinsi Jambi JS The Lien Teng, disaksikan Ketua MATAKIN Kota Jambi Darmadi Tekun.

JS The Lien Teng mengatakan perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita dengan tujuan membentuk keluarga bahagia dan melangsungkan keturunan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. “Perkawinan harus berdasarkan kemauan dan persetujuan kedua calon mempelai, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun,” ungkapnya.

Menurut Darmadi, Klenteng Sai Che Tien kerap dipakai oleh penganut Konfucius untuk menggelar pernikahan ala Khonghucu. “Adanya pernikahan ini diharapkan kedepan umat Khonghucu tidak ragu-ragu lagi mengadakan pemberkatan pernikahan di Klenteng,” jelasnya.

Hal ini membuktikan bahwa kebebasan beragama dan kesamaan hak warga negara, khususnya umat Khonghucu di Indonesia telah berkembang pesat. Tak sekadar pengakuan agama Khonghucu saja, namun dalam hal perkawinan, pengurusan KTP hingga pelajaran agama Khonghucu pun sudah mendapatkan perlakuan yang sama. Bahkan, sejumlah kegiatan umat Khonghucu pun mulai banyak didukung pemerintah daerah.