Kongkoe Sedoloer Nobar Wayang Potehi GKI Sulung

2017-11-09 13:39:01
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Sony Frans Asmara, Dalang Wayang Potehi. (Istimewa)

GKI Sulung akan menggelar acara ‘Kongkoe Sedoloer Nobar Wayang Potehi.'

Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sulung, Surabaya bekerja sama dengan Roemah Bhinneka dan Jaringan Gusdurian menggelar acara ‘Kongkoe Sedoloer Nobar Wayang Potehi.’ Acara ini rencananya akan berlangsung mulai pukul 17.00, di Lantai IV GKI Sulung, Surabaya, Sabtu (11/11/2017). Sony Frans Asmara didapuk sebagai dalang dalam pementasan tersebut.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. “Ini upaya GKI Sulung dalam menjalin persatuan NKRI lewat persahabatan lintas agama. Jadi, siapapun boleh hadir untuk menonton pagelaran wayang potehi ini, sekaligus kongko-kongko,” terang Mellany, Panitia Penyelenggara kegiatan ‘Kongkoe Sedoloer Nonton Bareng Wayang Potehi.’

Sementara itu, Sony mengatakan dalam pentas kali ini dirinya akan membawakan lakon ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila.’ Cerita ini diangkat untuk menegaskan bahwa semboyan yang sempat viral ini memang patut diugemi. “Ini untuk menegaskan keberagaman harus dirawat. NKRI harga mati, Bhinneka Tunggal Ika harus dijalani,” katanya.

Dalam pentas tersebut, Sony akan mengisahkan cerita tentang sebuah dusun bernama kongkow. Pada mulanya, penduduk hidup aman, tata tentrem karto raharjo. Keadaan berubaha ketika ada hajat warga, namun tidak semua penduduk diundang. Perpecahan mulai terjadi, karena syak wasangka melanda dusun.

Hingga bencana tanah longsor menimpa dusun kongkow. warga merasa terpanggil untuk saling membantu, bahu membahu memperbaiki keadaan. “Warga sadar rasa persatuan dan kesatuan, saling menghargai, seperti yang ada dalam ajaran Bhineka TunggaL Ika,” tutup Soni.