Makna Toleransi di Mata Alissa Wahid

2018-01-05 11:21:21
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Alissa Wahid. (Istimewa)

PUTRI Sulung Gusdur Alissa Wahid siap memaparkan makna toleransi dalam Seri Diskusi di Rumah Ideologi Klasika.

Klasika (Kelompok Studi Kader) akan menggelar seri diskusi pamungkas di Rumah Ideologi Klasika, Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (6/1) mendatang. Acara yang merupakan rangkaian Haul Gus Dur ke-8 ini akan menghadirkan Alissa Wahid. Putri sulung Gusdur ini akan membahas makna toleransi.

Toleransi dipilih karena kerap menjadi topik menarik untuk diperbincangkan, khususnya di Indonesia. Karena, negara ini memiliki masyarakat yang majemuk. Disayangkan, akhir-akhir ini banyak sekali peristiwa yang menunjukan ketidakpahaman masyarakat akan hal ini dengan mengatasnamakan agama. Seolah-olah negara ini hanya miliki mayoritas.

Een Riansah AS, Penanggungjawab Program Klasika mengatakan, diskusi yang menampilkan Ketua Jaringan Gusdurian ini akan menyampaikan gagasan sesuai dengan tema diskusi ‘Menanamkan dan Menjaga Toleransi Umat Beragama.’

“Diskusi ini penting untuk menanamkan dan menjaga nilai-nilai toleran dalam kehidupan berbangsa. Agar masyarakat bisa tetap hidup berdampingan dengan damai,” ujar Een.

Lebih lanjut, dikatakannya, dalam kehidupan berbangsa kita tidak bisa mencampurkan urusan agama dan negara. Agama adalah masalah keyakinan individu yang tak bisa kita paksakan, sedang negara menyangkut hak bersama seluruh masyarakat, yang di dalamnya terdapat tradisi dan budaya yang memang sudah ada sejak dulu.

“Kita tidak bisa mencampurkan urusan agaman dan negara. Inilah yang seharusnya kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat, karena lahirnya bangsa ini juga tidak terlepas dari semua golongan. Untuk itu kita harus sepakat untuk hidup bersama dalam keberagaman yang memang sudah ada dari dulu,” tutup Een.