Melalui Kathina, Umat Buddha Jambi Ingat Pentingnya Berkorban

Selasa, 17 Oktober 2017 15:46:38
Editor : Azis Faradi | Reporter : M Romy
Puncak Kathina yang diadakan umat Buddha di Jambi. (M Romy)

KATHINA upaya dari umat Buddha di Jambi untuk selalu ingat agar berkorban dengan tulus kepada Sangha. Melalui berdana dan berbagi dengan biksu.

Maha Cetiya Oenang Hermawan Jambi mengadakan upacara Kathina 2561 BE. Umat Buddha secara bersama-sama, mengadakan ibadah, dan berbagi dengan biksu. Sebagai jalan untuk berkorban kepada Sangha.

Upacara Kathina dilakukan setelah pindapata yang dilakukan oleh 6 biksu dari Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI).

Umat setempat memperingati Kathina, karena masa ini berlangsung selama satu bulan. Umat ada baiknya mengingat dan merenungkan kembali sejarahnya Kathina.

Bagi umat Buddha, masa Kathina erat kaitannya dengan berdana kepada Sangha. Masa Kathina selalu disambut umat Buddha dengan begitu meriah. Semangat umat Buddha memperingati dengan berbondong-bondong datang ke Vihara.

Mereka dengan perasaan bahagia, dan penuh ketulusan hati melakukan persembahan kepada Sangha. Peristiwa ini sudah berlangsung ribuan tahun lamanya.

Kathina dalam sejarah berkaitan dengan Pencerahan Agung Sang Buddha. Setelah melakukan perjalanan ke Taman Rusa Isipatana, di dekat Benares. Ia menebarkan dhamma yang dikenal dengan Dhammacakkapavatana Sutta kepada lima orang pertapa yang pernah menjadi teman.

Ketua MBMI Jambi Darma Pawarta Oenang (Hasan), menjelaskan peringatan Kathina di Jambi baru bisa dilakukan setelah semua biksu berkumpul.

“Kami harus menghitung dan memastikan bahwa semua bhikku yang diundang hadir. Karna mereka memiliki jadwal yang cukup padat. Maka dipilihlah 15 Oktober 2017 sebagai puncak Hari Raya Kathina,” jelasnya.