Menyatukan Warga Lintas Etnis Lewat Mooncake Festival

2017-10-06 13:35:46
Editor : Azis Faradi | Reporter : Oktaviani
Warga dari lintas etnis di Batam berbaur pada saat perayaan Mooncake Festival. Memanfaatkan momentum untuk menyatukan semua warga, seperti bulan purnama. (Oktaviani)

MELALUI perayaan Mooncake Festival, upaya menyatukan warga lintas etnis di Batam. Ikut dalam perayaan budaya yang telah berusia ribuan tahun.

Warga Tionghoa di Batam, Kepulauan Riau, merayakan Mooncake Festival di Vihara Budhi Bakti. Lewat tradisi budaya yang telah ada lebih dari 2.000 tahun itu, upaya menyatukan warga lintas etnis. Saling membaur jadi satu, seperti bulan purnama.

Perayaan Festival Kue Bulan, berlangsung sehari setelahnya, yaitu tanggal 16 bulan 8 tahun 2586 Imlek, atau bertepatan dengan Kamis, 5 Oktober 2017.  

Hartono, pengurus Vihara Budhi Bakti, mengatakan, masyarakat yang hadir mencapai 2.000 orang lebih. Berasal dari jamaah Vihara Budhi Bakti, mayoritas Tionghoa pemeluk Buddha, dan masyarakat umum.

“Antusiasme pengunjung memang tinggi setiap tahunnya. Melalui perayaan Festival Kue Bulan, kami harapkan bisa mempererat hubungan kekeluargaan. Membangun kebersamaan antar jemaat dan masyarakat umum,” jelasnya, Jumat, 6 Oktober 2017.

Perayaan Mid Autumn, sambungnya, diawali dengan Puja Bhakti Pradaksina, tepat pada pukul 18.00 WIB. Sembahyang itu dilakukan, sebagai bentuk penghormatan manusia kepada Dewi Bulan. Usai mengikuti puja bakti, umat disediakan makanan vegetarian.

Ada empek-empek, es krim, gorengan, mie goreng, nasi goreng, sushi, kue basah, dan lain-lain. Tak luput, aneka minuman hingga pernak-pernik Dewa Buddha, seperti baju, gantungan kunci, liontin, gelang, dan sebagainya. Selain bazar, tersedia permainan.

“Di stand make a wish pengunjung dapat melemparkan koin dan memanjatkan doa kepada Dewi Bulan. Di sekitar stand ini juga ada petugas yang membagikan potongan kue bulan secara gratis,” tuturnya.