Peace Trip Indonesia Sambangi Klenteng TITD Cahaya Sakti

Kamis, 12 April 2018 10:46:44
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Peserta Peace Trip Indonesia. (Istimewa)

Selain Klenteng TITD Cahaya Sakti, kegiatan Peace Trip Indonesia kali ini juga menyambangi sejumlah rumah ibadah lainnya di Temanggung, Jawa Tengah.

TEMANGGUNG – Sebagai upaya memperkenalkan keberagaman sejak dini, Komunitas Laksar Bersenyum, Narasi Damai Nusantara, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Komunitas Ganapati, dan Gusdurian menggelar Peace TripIndonesia di Temanggung, Jawa Tengah. Salah satu destinasi yang disambangi adalah Klenteng TITD Cahaya Sakti.

Pengurus Klenteng TITD Cahaya Sakti, Edwin mengatakan bahwa Klenteng tersebut dibangun pada 1890. “Salah satu fungsi klenteng adalah tempat berdoa untuk kesejahteraan, karena masyarakat Temanggung mencari nafkah dari hasil bumi maka di altar ada dewa bumi. Kalau diperhatikan, klenteng ini menghadap ke arah Gunung Sindoro,” jelasnya.

Selain menyambangi Klenteng TITD Cahaya Sakti, kegiatan ini menyambangi berbagai tempat ibadah lainnya. “Peace Trip Indonesia, merupakan program perjalanan ke rumah-rumah ibadah yang bertujuan untuk memperkenalkan keberagaman kepada anak-anak Indonesia sejak dini,” tutur Tafta, salah satu penggagas program Peace Trip Indonesia.

Lanjutnya, kegiatan yang digelar pada sabtu (7/4) lalu ini diikuti 50 anak dari berbagai latar belakang suku dan agama. Anak-anak yang kebanyakan masih duduk di bangku Sekolah Dasar dari berbagai daerah diajak untuk bermain, mengenal dan berkunjung ke rumah-rumah ibadah berbagai agama di Temanggung.

 Perjalanan dimulai dari Monumen Pancasila Temanggung dan berlanjut ke Klenteng TITD Cahaya Sakti sebagai rumah ibadah pertama yang dikunjungi. Tanpa rasa enggan, anak-anak masuk dan berdialog dengan pengurus klenteng. Setelah dari klenteng, perjalanan dilanjutkan ke Gereja Kristen Indonesia. Di gereja ini anak-anak disambut oleh Pendeta Darmanto Lemuel. Tak jauh berbeda di klenteng, dengan wajah-wajah ceria anak-anak mendengar penjelasan tentang nilai-nilai universal Kristen.

Beranjak dari Temanggung Kota, perjalanan dilanjutkan ke Vihara Surya Putra, Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran. Di Vihara ini, anak-anak disambut meriah oleh pengurus Vihara, bahkan anak-anak peserta yang dari agama Buddha melakukan sembahyang. “Ini adalah program yang sangat baik, jadi wajib dilanjutkan,” tutur Yamno, perwakilan Vihara.

Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Masjid Menggoro, Kecamatan Tembarak. Masjid Menggoro merupakan salah satu masjid tertua di Temanggung. Di bagian pintu masuk masjid ini masih terdapat arca candi dan batu-batu bekas bangunan candi. Bahkan kayu-kayu penyangga tiang masjid adalah kayu tua yang berasal dari bekas bangunan candi Hindu.

Setelah makan siang dan berdialog di Masjid Menggoro perjalanan dilanjutkan ke Gereja Katolik Temanggung. Tak hanya berdialog dengan Romo Fajar Mohammad, di Gereja ini anak-anak juga diajak bermain damai. Sebuah permainan monopoli yang diciptakan Wahid Foundation untuk memperkenalkan keberagaman dengan menyenangkan.

Peace Trip Indonesia kali ini merupakan yang pertama kalinya diadakan. Meskipun begitu, banyak kesan mendalam yang dirasakan oleh anak-anak dan orangtua yang mengikuti, karena bisa berkunjung ke berbagai rumah ibadah berbagai agama, termasuk Klenteng TITD Cahaya Sakti.