Pemkab Purbalingga Akan Kirim 18 Pemuda Belajar Pertanian ke Tiongkok

2017-12-07 11:18:42
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Ilustrasi - Minat dibidang pertanian menurun di Purbalingga. (Istimewa)

UNTUK meningkatkan minat pemuda dalam bidang pertanian, Pemkab Purbalingga akan kirim 18 pemuda untuk belajar pertanian di Tiongkok.

Tasdi, Bupati Purbalingga mengaku prihatin terhadap menurunnya minat pemuda untuk berkiprah dibidang pertanian. Guna meningkatkan minat pemuda dibidang pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga akan kirim pemuda belajar pertanian ke Tiongkok.

Hal tersebut diungkapkannya dalam sambutan Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Purbalingga Tahun 2017, Senin (04/12). Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota Karang Taruna dari 18 Kecamatan.

Menurut Tasdi, masalah ketahanan pangan yang menjadi kebutuhan pokok akan terjaga apabila pemuda tergerak mengelola pertanian dan membangun ketahanan pangan berkelanjutan dengan berbagai usaha pertanian secara modern dan inovatif.

“Semakin berkurangnya minat pemuda menjadi petani, menjadi keprihatinan yang perlu segera dicarikan solusinya. Generasi muda harus akrab dengan penyelenggaraan pertanian, berkontribusi nyata menjaga ketahanan pangan, karena ke depan kedaulatan pangan Indonesia ditentukan oleh kiprah generasi muda. Kami ingin mengirim 18 pemuda belajar pertanian di Tiongkok,” ungkapnya.

Rencana ini telah Tasdi utarakan ke dinas terkait untuk mempersiapkan dana bagi ke-18 pemuda tersebut. Selain menggali minat pemuda untuk bertani, lanjut Tasdi, tentunya di butuhkan sumber daya manusia yang berkompeten dan menguasai manajemen pertanian untuk mengubah pola pikir dengan merumuskan ide-ide kreatif meningkatkan pengelolaan pertanian. Sehingga cita-cita menjadikan Purbalingga salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah bahkan Indonesia dapat tercapai.