Perempuan Tionghoa di Jambi Mengenang Confucius

2017-10-16 13:06:25
Editor : Azis Faradi | Reporter : M Romy
Perempuan Tionghoa yang tergabung dalam Perkhin Jambi mengadakan sembahyang peringati keteladanan dari Confucius. (M Romy)

SEBAGAI bentuk bakti, perempuan Tionghoa di Jambi yang menganut Konghucu mengenang teladan dari Confucius, Sang Nabi.

Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin) Jambi, mayoritas warga Tionghoa, mengadakan peringatan mengenang Confucius. Peringati kelahiran yang ke 2.500 tahun dari tokoh folosofi paling berpengaruh di Tiongkok.

Peringatan yang berlangsung pada 15 Oktober 2017 ini sehari sebelum tanggal kelahiran Sang Nabi dalam agama Konghucu.

Herwai, Ketua Perkhin Jambi, mengatakan perayaan atas kelahiran Confucius itu baru kali pertama dilakukan. Sehingga wajar, jika banyak kekurangan dalam peryaan salah satu manusia paling sakral dalam Konghucu.

Perayaan ini, sambungnya, juga untuk mengenalkan ajaran dari Confucius. Selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. “Kami mengenang konsep ajaran Confusius. Mengajar tanpa diskriminasi, memperingati warisan beliau terhadap budaya Tionghoa,” tuturnya.

Dia menjelaskan, Confucius adalah lelaki yang terpuji, meninggalkan ajaran dan prinsip etika yang terkenal di seluruh dunia. Menekankan kepada pembersihan diri melalui Lima Kebaikan yaitu kebajikan, keadilan, kesopanan, kebijaksanaan dan kesetiaan.

Ia melihat, Confucius merupakan seorang guru yang tulus, juga terhadap diri sendiri. Ia pernah sukses sebagai gubernur di daerah Cheng-tu, dalam tiga bulan tiada pencurian ataupun tindak pidana lain.

Bahkan posisi Menteri Kehakiman merangkap Perdana Menteri Negeri Lu pernah dijabat. Tetapi semua itu ditinggalkan, penyebabnya sepela, kaisar lupa melakukan kewajiban sembahyang kepada Tuhan.

Kesadaran akan misi mengembangkan kebajikan tetap dipertahankan. Moral yang bajik itulah yang amat disenangi, tanpa gerutu kepada Tuhan. Sesal kepada sesama.