Perguruan Tinggi Taiwan Roadshow ke Sejumlah Kota di Indonesia

Jumat, 09 Februari 2018 10:33:44
Editor : Porwanto | Reporter : Hendro Wibowo
Sejumlah panitia penyelenggara, perwakilan kampus di Taiwan dan pengunjung Taiwan Higher Education Fair 2018, Rabu (7/2/2018) (Hendro Wibowo)

Sebanyak 20 perguruan tinggi negeri dan swasta dari Taiwan itu memperkenalkan diri kepada masyarakat Indonesia yang berminat belajar ke Taiwan.

JOGJAKARTA - Sebanyak 20 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Taiwan mengikuti  pameran Taiwan Higher Education Fair 2018 di gedung University Club UGM, Rabu (7/2/2018). Rini Lestari, perwakilan dari Taiwan Education Center Indonesia menjelaskan, pameran di Jogja ini merupakan rute kedua. Sebelumnya, sukses digelar di Kota Bandung pada 5 Februari 2018. “Pameran Taiwan Higher Education Fair ini untuk pertama kalinya kita adakan di Jogja,” katanya.

Pembukaan pameran tersebut dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta Drs. H. Haryadi Suyuti, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Direktur Kemitraan, Alumni dan Urusan Internasional Universitas Gadjah Mada Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc, Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Gadjah Mada I Made Andi Arsana, Pimpinan Asosiasi Pendidik dan Pengembang Bahasa Mandarin Yogyakarta, Sanny, Hidayat Pengurus ROTARY. Tampak pula beberapa tokoh Tionghoa di Jogja, seperti Ketua Umum Bhakti Putera Moewardi, Lukito Sindoro dan Djawadi dari Sekolah Nasional Tiga Bahasa Budi Utama.

Menurut Tania Setiawan, Manager TEC, Taiwan Education Center (TEC) Indonesia merupakan organisasi nirlaba. TEC Indonesia didirikan untuk mempromosikan pendidikan tinggi Taiwan. Selain itu, untuk meningkatkan pertukaran akademis bilateral antara Taiwan dengan negara-negara lain.

TEC Indonesia ini didukung dan beroperasi di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan Taiwan, FICHET, Study in Taiwan dan Tunghai University. Pendidikan di Taiwan, lanjutnya, telah diakui oleh banyak negara dan kualitas pendidikannya salah satu yang diakui terbaik di Asia.

Era globalisasi, katanya, bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa internasional yang dibutuhkan dalam berbagai aspek. Pendidikan Bahasa Mandarin di Taiwan mendapat banyak peminat dan memiliki kompetensi tinggi. Karena Taiwan menggunakan Traditional Character. “Dengan melanjutkan studi di Taiwan, para pelajar tidak hanya dibekali dengan ilmu dari program studi S1/S2/S3, melainkan juga bisa mengenal dan mendalami bahasa Mandarin,” jelasnya kepada Indochinatown.com.

Taiwan sendiri sebenarnya sudah membuka diri untuk mahasiswa international sekitar 15 tahun yang lalu. Namun baru 4-5 tahun terakhir internationalisasi berkembang dengan pesat. Jumlah mahasiswa international di Taiwan sekitar 40 ribu orang. Sebagian besar mengambil Pendidikan Bahasa Mandarin (degree ataupun non-degree).

Taiwan juga dikenal dengan kekuatan di bidang Teknologi dan engineering, terutama yang berkaitan dengan semi-conductor. Taiwan Semicondoctur Maufacturing Company (TSMC)  adalah produsen semiconductor terbesar di dunia.  Asus, HTC dan AU Optronics (AUO), produsen TFT-LTD. “Dengan keunggulan di bidang teknologi ini, jurusan-jurusan yang berkaitan dengan itu misalnya Teknik kimia, Teknik material, computer science , electronic engineering menjadi jurusan favorit di Taiwan,” imbuhnya.

Biaya hidup di Taiwan terjangkau dibandingkan jika melanjutkan pendidikan ke Eropa, Australia dan negara Asia lainnya. Bagi pelajar Indonesia yang beragama Islam tak perlu khawatir. Ada banyak tempat beribadah seperti musala di dalam kampus. “Taiwan menerapkan sertifikat makanan halal. Ini mempermudah para pelajar international yang muslim mendapatkan makanan di sana,” tutupnya.