Perhakin Kalbar Ikut Perangi Narkoba

2015-08-27 11:08:50
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Penyuluhan anti narkoba BNNP kepada anggota Perhakin Kalbar (Istimewa)

Masih banyak etnis Tionghoa belum paham apa itu narkoba dan ancaman bagi generasi muda.

Sebagai salah satu organisasi Perkumpulan Hakka Indonesia (Perhakin) Cabang Kalimantan Barat (Kalbar) ikut memerangi narkoba. Kegiatan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) itu dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kalbar. Ada sekitar 50 orang ikut serta yang terdiri dari para pengurus dan anggota Perhakin, Rabu (1/7).

Ketua Harian Perhakin Kalbar Sutadi sangat menyambut baik penyuluhan antinarkoba itu, karena memberikan wawasan tentang betapa bahayanya narkoba bagi kehidupan manusia. "Kami berharap semua peserta dapat infokan kepada keluarga atas bahayanya narkoba. Bahwa betapa banyak pengguna mengalami gangguan kesehatan bahkan kematian," ujarnya.

Sutadi yang berprofesi sebagai pengacara ini mengakui masih banyak etnis Tionghoa belum paham apa itu narkoba dan ancaman bagi generasi muda. “Kami dapat menginformasikan kembali kepada masyarakat Tionghoa lainnya, khususnya yang ada di Perhakin,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional Kalbar Kombes Pol. Dani M Darmawan mengungkapkan pecandu narkoba di Indonesia sebagian besar berusia produktif. Selama kurun waktu 2014, pecandu yang direhabilitasi baru 85 ribu orang dari jutaan pecandu, sedangkan di Kalbar hanya 180 orang.

Target rehabilitasi se-Indonesia untuk 2015, sambungnya, sebanyak 100 ribu orang pecandu narkoba. Kata dia BNN sangat butuh bantuan dari organisasi kemasyarakat atau perkumpulan untuk turut aktif memerangi narkoba, seperti Perhakin Kalbar. “Kami tak mungkin mampu lakukan semua. Kami hanya bisa beri dorongan kepada unsur-unsur masyarakat agar bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Menurut Dani, jumlah penduduk Kalbar sekitar 5 juta jiwa, 4.000 di antaranya berada di lapas. Dari jumlah tahanan itu sekitar 800 orang merupakan pecandu narkoba. “Orang-orang positif gunakan narkoba ada sekitar 300 orang dari 14 kali operasi razia di tempat hiburan malam di Pontianak. Ini membuktikan narkoba sulit diperangi kalau kita tak andil mencegah. Pecandu ini relatif cari teman untuk melebarkan sayap," ungkapnya.