Promosikan Pendidikan Taiwan, Rini Lestari Lakukan Lawatan Ketiga Kota

2017-11-14 11:28:01
Editor : Utami Sulistiowaty | Sumber : DBS
Kunjungan kerja Taiwan Education Center (TEC) Indonesia. (Istimewa)

Rini Lestari melakukan lawatan ke Yogyakarta, Salatiga, dan Semarang. Sejumlah agenda penting dibahas. Promosi pendidikan di Taiwan salah satunya.

Selepas dari Ikatan Citra Alumni Taiwan se-Indonesia (ICATI), Rini Lestari tetap aktif di dunia pendidikan Indonesia-Taiwan. Kelahiran 10 April itu aktif di Taiwan Education Center (TEC) Indonesia. Di lembaga tersebut, Rini mengemban peran strategis sebagai seorang chairman. Pada awal November, dia melakukan lawatan ketiga kota, yakni Yogyakarta, Salatiga, dan Semarang. Melalui lawatan ini Rini promosikan pendidikan di Taiwan.

Sejumlah agenda penting dibawa dan dibahas di ketiga daerah tersebut. agenda pertama dibuka dengan penandatangannan nota kesepahaman antara Universitas Atmajaya Yogyakarta dengan Universitas Tunghai. Penandatanganan ini dilakukan antara Rini selaku chairman TEC Indonesia yang mewakili Tunghai dengan Rektor Universitas Atmajaya Yogyakarta Dr Gregorius Sri Nurhantanto. Penandatanganan kerjasama kedua universitas ini turut disaksikan perwakilan Tunghai, yakni Henk Vynckier dan Evonne Liu.

Lawatan di Yogyakarta dilanjutkan ke tempat kursus bahasa Mandarain, Xin Lung. “Kunjungan kami ke Xin Lung tidak lama. Meski begitu, pembahasan yang dilakukan cukup penting dan strategis karena kami dari TEC berharap Xin Lung punya peranan untuk menyiapkan kemampuan bahasa Mandarin pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke Taiwan,” jelas Rini Lestari dalam keterangan yang dilansir UCWEB.com.

Usai dari Xin Lung, Rini beserta rombongan meneruskan kegiatannya ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada ( FKG UGM). Di sini Rini Lestari bertemu dengan Dekan FKG UGM, Dr drg Ahmad Syaify Sp. Perio (K). Dalam pertemuan ini, Ahmad Syaify meminta bantuan TEC Indonesia agar dicarikan universitas di Taiwan yang bisa diajak kerjasama di bidang kedokteran gigi.

Chung San Medical University merupakan rekomendasi yang diberikan pihak TEC, karena universitas tersebut termasuk satu dari beberapa universitas yang punya nama besar di Taiwan.

Setelah dari FKG UGM, aktivitas Rini beserta rombongan kemudian berlanjut ke Bagian Internasional UGM untuk mematangkan rencana gelaran Taiwan Education Fair yang akan dilaksanakan pada 7 Februari 2018 di kampus UGM. Pembahasan dilangsungkan dalam suasana cair namun serius bersama Head Office of International Affairs UGM, I Made Andi Arsana Ph.D. Selain itu, juga turut dibahas rencana TEC Indonesia untuk membuka kantor perwakilan di lingkungan kampus UGM.

Masih dihari yang sama, kunjungan berlanjut ke Universitas Duta Wacana. Di sini Rini Lestari kembali mewakili Universitas Tunghai untuk menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan Rektor Universitas Duta Wacana, Ir Henry Feriadi MS.c, Ph.D. Butir-butir kesepakatan yang ditandatangani bersama di antara kedua universitas itu di antaranya tentang pertukaran mahasiswa, pertukaran tenaga pengajar, riset, dan summer camp.

Mengakhiri kunjungannya di Yogyakarta, Rini bersama rombongan mengunjungi Universitas Ahmad Dahlan. Di tempat ini Rini yang diterima Head of International Office Universitas Ahmad Dahlan Ida Puspita SS, MA, melakukan presentasi singkat mengenai kualitas pendidikan dan kehidupan di Taiwan.

“Kami menyosialisasikan kualitas pendidikan di Taiwan yang tidak kalah dengan kualitas pendidikan di Amerika Serikat dan Eropa. Kami juga mengimbau agar pelajar dan mahasiswa muslim di Indonesia tidak ragu memilih pendidikan di Taiwan karena di sana ada banyak makanan halal dan masjid. Sekolah-sekolah di Taiwan juga menyediakan mushalla untuk memudahkan pelajar dan mahasiswa muslim beribadah,” papar Rini ketika itu.

Setelah merampungkan lawatan di Yogyakarta, Rini melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Salatiga. Di daerah yang punya julukan De Schoonste Stad van Midden-Java itu, Rini Lestari mendatangi Universitas Kristen Satya Wacana untuk mempresentasikan pendidikan Taiwan. Kunjungan ini disambut oleh Director Bureau of Cooperation and International Relations Universitas Satya Wacana, Frances Sinanu.

Lawatan kerjanya berakhir di Unika Soegijapranata di Semarang. Rini bertemu dengan Benny D. Setianto selaku wakil rektor universitas tersebut. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari lawatan Rini Lestari dua tahun lalu ke Unika Soegijapranata. TEC Indonesia rencana akan bekerja sama di bidang language center dan Taiwan corner di perpustakaan kampus Unika.