Semarak Imlek 2569 di Kota Seribu Klenteng, Singkawang

Jumat, 02 Februari 2018 15:05:25
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Lampion di Singkawang. (Istimewa)

PERSIAPAN Imlek 2569 di Singkawang hampir rampung. 13.800 lampion akan menambah semarak perayaan Imlek di Kota Seribu Klenteng tersebut.

Persiapan Perayaan Imlek 2569 dan Festival Cap Go Meh 2018, Kota Singkawang hampir selesai dilaksanakan. Perayaan Imlek di Kota Seribu Klenteng Singkawang, selalu disambut dengan semarak dan meriah. Berbagai macam aksesori dan pernak pernik khas Imlek sudah banyak dipasang di berbagai tempat. Salah satunya adalah pemasangan 13.800 lampion yang menghiasi hampir seluruh ruas jalan protokoler dan kawasan perdagangan, menjadikan Kota Singkawang ditaburi nuansa warna merah.

Leonardi Chai, Ketua Umum Panitia Perayaan Imlek 2569 dan Festival Cap Go Meh 2018 Kota Singkawang mengaku pihaknya berusaha menyukseskan perayaan Imlek dan Cap Go Meh kali ini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Singkawang, khususnya saudara saya warga Tionghoa, untuk bersama-sama memeriahkan dan mensukseskan perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini. Salah satu bentuk dukunganya dapat diwujudkan dengan memasang pernak-pernik khas Imlek dan lampion pada halaman rumahnya,” kata Leonardi Chai. 

Keberadaan lampion, lanjutnya, tidak dapat dipisahkan dari tradisi perayaan Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang. Lampion menjadi salah satu atribut khas Tionghoa yang menandai peralihan tahun penanggalan kalender Imlek.

Menurutnya, perayaan Imlek dan Cap Go Meh, akan menjadi kurang meriah tanpa kehadiran lampion yang menghiasi sudut-sudut Jalan protokol, Klenteng, Vihara dan rumah toko serta pemukiman warga Tionghoa.

“Pemasangan lampion memiliki makna filosofis dalam kebudayaan Tionghoa. Nyala merah lampion menjadi simbol pengharapan, bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dengan warna keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan. Legenda klasik juga menggambarkan, lampion sebagai kekuatan pengusir gangguan roh jahat yang disimbolkan dengan raksasa bernama Nian. Memasang lampion di masing-masing rumah juga dipercaya menghindarkan penghuninya dari ketidak beruntungan,” paparnya.

Diaa menambahkan, selain pemasangan 13.800 lampion dan aksesori khas Imlek, pihaknya juga telah mempersiapkan replika 12 Shio, serta ornamen-ornamen khas Tionghoa lainnya, seperti pembuatan pintu gerbang Imlek dan Cap Go Meh, di sepanjang Jalan Diponegoro, serta Taman bunga Meihwa, bangunan dan miniatur Tionghoa di Stadion Kridasana.