Siap Sambut Waisak, Tionghoa di Pecinan Semarang Mulai Benahi Klenteng Tay Kek Sie

Kamis, 04 Mei 2017 13:49:46
Editor : Azis Faradi | Reporter : CHC Saputro
Dalam rangka sambut Waisak, Tionghoa di Pecinan Semarang mulai berbenah. Bersihkan dan ngecat Klenteng Tay Kek Sie. (CHC Saputro)

Warga Tionghoa yang beragama Buddha di Pecinan Semarang siap sambut Waisak. Mereka mulai benahi klenteng Tay Kek Sie, sebagai pusat perayaan.

HARI Raya Waisak, jatuh pada 11 Mei 2017, warga Tionghoa yang menganut agama Buddha di Pecinan Semarang mulai membersihkan Klenteng Tay Kek Sie, di Gang Lombok, Jawa Tengah.

Pengurus di salah satu klenteng tertua di Semarang ini mulai mengecat dan bersih-bersih. Pada saat Waisak nanti, akan ada karnaval. Dimulai dari Tay Kek Sie dan berakhir di Kleteng Gedung Batu, atau lebih dikenal dengan nama Sam Po Kong.

Klenteng Tay Kek Sie awalnya tempat pemujaan Dewi Welas Asih Koan Sie Im Po Sat (Avalokitesvara Bodhisatva). Tetapi dalam perjalanannya, klenteng kecil ini berkembang  menjadi besar.

Juga menyediakan tempat pemujaan bagi berbagai dewa dan dewi dalam kepercayaan umat Tao dan Konghucu.

Tay Kak Sie dalam bahasa Indonesia berarti Kuil Kesadaran Agung. Klenteng ini menggunakan kata Sie yang merupakan ciri kuil Buddha di daratan Tiongkok.

Keberadaan tempat ibadah yang lebih dikenal sebagai Klenteng Gang Lombok ini tak terlepas dari sejarah Zheng He, Laksamana Tiongkok yang pernah memimpin tujuh ekspedisi besar ke berbagai penjuru dunia.

Tanggal Zheng He berlabuh yaitu 30 Juni selalu diperingati setiap tahun dengan festival liong dan barongsai.