Ternyata Tionghoa Sempat Rasakan Kebingungan Jati Diri di Indonesia

Rabu, 10 Mei 2017 16:37:54
Editor : Azis Faradi | Reporter : CHC Saputro
Melalui diskusi dan bedah buku, terungkap Tionghoa di Indonesia sempat kebingungan atas jati diri. (CHC Saputro)

Selama beberapa tahun, Tionghoa merasakan kebingungan atas jati diri. Bingung mau jadi Jawa, Tionghoa, atau orang Indonesia.

JATI diri warga Tionghoa di Indonesia sempat hilang, akibat dari kebijakan pemerintah. Terjadi pengekangan kebudayaan melalui aturan yang baku, Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967.

Menurut Koordinator Forum Riset dan Kajian Komunitas Seni ORArT Oret Adeline Gunawan, instruksi itu bahkan menyentuk pelarangan kegiatan agama etnis Tionghoa.

“Akibatnya mereka (Tionghoa) mengalami kebingungan untuk menentukan jati diri. Hendak menjadi Jawa, Tionghoa, atau Indonesia?” tuturnya di Semarang, kepada Indochinatown.com, Rabu (10/5/2017).

Bahkan muncul paradigma negatif terhadap etnis Tionghoa. Dianggap sebagai warga yang menguasai ekonomi nasional, sehingga melahirkan kecemburuan sosial. Tionghoa dianggap sebagai kelompok orang kaya di Indonesia.

“Padahal tidak semua orang Tionghoa. Banyak dari mereka yang hidup susah,” tegasnya.

Dia menambahkan, setelah rezim Orde Baru tumbang, Tionghoa merasakan kebebasan menjalankan agama, dan budaya.

“Untuk itu, sekarang lebih ditekankan kepada toleransi. Dengan toleransi, mereka menjadi etnis yang inklusif. Lebih terbuka dengan kebudayaannya,” ungkapnya.