Tionghoa Jambi Adakan Pesta Mooncake di Bawah Purnama

2017-10-06 10:20:43
Editor : Azis Faradi | Reporter : M Romy
Warga Tionghoa di Jambi mengadakan sembahyang, sebelum adakan pesta mooncake di bawah purnama. (M Romy)

SEPERTI di Tiongkok zaman dahulu, warga Tionghoa di Jambi menggelar pesta mooncake sembari menikmati malam di bawah pancaran bulan purnama.

Sudah menjadi tradisi masyarakat Tionghoa di Jambi sejak dulu, menggelar pesta mooncake atau kue bulan saat pertengahan musim gugur. Menikmatinya di bawah bulan purnama pada bulan ke-8 penanggalan Imlek.

Sebelum menikmati kue bulan, masyarakat Tionghoa, terutama yang menganut agama Konghucu, menggelar sembahyang Pe Gwee Cap Go. Berlangsung di Klenteng Hok Kheng Tong, pada tanggal 15 bulan 8 tahun 2568 Kongzili (Imlek).

Zikif Effendy Lie, Ketua Klenteng Hok Kheng Tong, mengungkapkan, masayarakat selain sembahyang dan pesta mooncake, juga melakukan kho khun. “Setiap tahun kami sembahyang Tiong Ciu Cue sekaligus melakukan kho khun,“ ujarnya, Jumat, 6 Oktober 2017.

Sama seperti di klenteng lain, sehari menjelang perayaan Tiong Ciu Cue (Mooncake Festival, pengurus bersama umat klenteng melakukan sembahyang di depan altar Tien (Tuhan). Memberitahu kepada Sang Pencipta, bahwa umatnya hendak merayakan Mid Autumn Festival.

“Sembahyang ke Tai Im Niu Niu (Dewi Bulan), dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban. Prosesi upacara dipimpin langsung rohaniwan dari MAKIN (Majelis Agama Khonghucu Indonesia) Jambi The Lien Teng.”

Zikif menambahkan, permintaan umat kepada Tuhan, selain kelancaran acara, juga harapan, perlindungan kepada bangsa dan negara. “Kami memohon kepada Tien agar negara dapat terhindar dari segala bencana. Masyarakat bisa melakukan aktivitas sehari-hari, warga aman sentosa, dan keluarga harmonis.”

Tampak hadir dalam acara akbar tersebut, Darman Wijaya, Ketua MAKIN Jambi, Ketua Perempuan Khonghucu Herwai, Wakil Ketua Klenteng Hok Sin Tong, Ketua Perkumpulan Hakka Rudy Lidra, dan Wakil Ketua Perkumpulan Teo Chew Jambi Rozak.

Pada tahun ini, Mooncake Festival jatuh pada 4 Oktober 2017. Hanya saja, umat bisa merayakannya, sebelum atau sesudah tanggal itu. Selama masih bulan 8 Imlek.