Umat Buddha Bantu Kesehatan Masyarakat Kalimantan Barat

Senin, 07 Agustus 2017 13:57:11
Editor : Azis Faradi | Reporter : Aceng Mukaram
Dokter yang dihadirkan umat Buddha memeriksa warga sekitar. Kegiatan ini diadakan untuk bantu masyarakat peroleh kesehatan. (Aceng Mukaram)

SEBAGAI bentuk tanggung jawab, umat Buddha berinisiatip bantu kesehatan untuk masyarakat di Kalimantan Barat. Saling berbagi dan menumbuhkan cinta kasih.

Suasana pelataran halaman Vihara Metta Maitreya di Jalan Dwikora No. 88, Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, tampak ramai. Rupanya di sana ada Kegiatan Maitreya Berbagi Kasih.

Acara amal ini dikemas dalam bakti sosial pengobatan gratis bertemakan “Berbagi Bersama Menuju Dunia Satu Keluarga yang Harmonis”. Meja, kursi dan tenda telah disiapkan. Sejumlah petugas mengenakan rompi dan baju panitia telah bersiap menyambut tamu undangan dan warga yang hadir.

Antusias masyarakat sekitar tampak cukup tinggi. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya kendaraan yang terparkir tidak jauh dari lokasi, dan beberapa warga yang telah bersiap-siap antre sebelum acara dimulai. Memanfaatkan pengobatan gratis tersebut.

Acara dibuka dengan doa bersama serta sambutan dari Kepala Desa dan Pembimas Agama Buddha Kalimantan Barat Rakiman.

Selanjutnya acara pengobatan dimulai. Kegiatan bakti sosial pengobatan gratis ini berhasil diselenggarakan oleh Tim Bakti Sosial Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI) Korda VI Kalimantan Barat. Bekerjasama dengan Tim Baksos dan Kesehatan Hati Nurani Pontianak.

Sebanyak 34 orang tenaga medis yang terdiri dari dokter, apoteker, dokter muda, asisten apoteker, perawat, dan bidan turut berpartisipasi melayani 376 orang pasien dari berbagai usia.

Ketua panitia sekaligus Ketua Tim Bakti Sosial MAPANBUMI Korda VI Kalimantan Barat Edy Jonatan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud pengabdian dan cinta kasih kepada sesama.

Sekaligus membantu misi pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia sehat. “Kegiatan ini ditargetkan kepada masyarakat daerah agar mereka dapat menikmati pelayanan kesehatan yang lebih baik, tanpa mengeluarkan biaya,” katanya Minggu, 8 Agustus 2017.

Menurut Edy, dengan kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik, maka segala aktivitas dapat berjalan dengan baik. Turut mendukung terwujudnya keharmonisan.

Bahkan perangkat desa dan warga sekitar dari berbagai lapisan juga turut membantu berbagai persiapan. Sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Warga juga tampak puas dan senang dengan kegiatan ini. Karena dapat membantu mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Mereka berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala disana.”