Umat Buddha Totalitas dalam Ibadah di Vihara Metta Parami

Rabu, 06 September 2017 15:38:36
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Umat Buddha secara totalitas menjalankan ibadah dalam peringatan ulambana di Vihara Metta Parami, Batam, Kepulauan Riau. (Istimewa)

MEMANFAATKAN momentum ulambana, umat Buddha secara totalitas melakukan ibadah di Vihara Metta Parami. Kegiatan berlangsung hampir satu bulan penuh.

Umat Buddha di Batam, Kepulauan Riau secara totalitas menjalankan ibadah pada saat momentum ulambana. Perayaan ini berlangsung  setiap malam di Vihara Metta Parami, dari 22 Agustus sampai 10 September 2017.

Pertama dari 22 Agustus sampai 19 September 2017, umat mengadakan pembacaan sutra Di Zang Jing dan amitabha sutra. Acara yang diikuti seluruh jamaah vihara mulai pukul 19.15 WIB.

Pada 8 dan 9 September 2017, selain mengadakan pembacaan sutra, juga mendengarkan ceramah darma dari  De Yin Fa Shi. Selanjutnya pada 10 September 2017, diadakan San Shi Xi Nien yang dipimpin oleh De Yin seorang fashi dari Taiwan.

Selain mengadakan ibadah pembacaan sutra dan ceramah agama, juga menyediakan bagi yang ingin melakukan darma pelimpahan jasa bagi leluhur dan jodoh karma masa lalu. Vihara juga memfasilitasi untuk berdana.

Dengan totalitas dalam beribadah, umat berharap semua makhluk hidup bisa berbahagia dan saling mengasihi antar-sesama.

Dalam agama Buddha, ulambana adalah pada waktu Arya Maugalana menyelamatkan ibunya dari neraka saat ketemu. Arya Sari Putra bertemu makhluk yang badannya kurus kaya lidi di neraka, dan memperingati kathina di Buddha Mahayana.

Sementara bagi agama Tao dan Konghucu, menyebutnya cioko, sedangkan masyarakat Tionghoa di Bangka menamakannya sebagai smebahyang rebut, sedangkan dunia internasional menamakan sebagai festival hantu lapar.

Pada saat bulan ke-7 tahun Imlek, pintu neraka di buka, dan arwah bergentayangan ke dunia, berkunjung dan mencari makanan. Manusia yang masih hidup memberikan makanan dan bekal bagi arwah tersebut.

Selain memberikan makanan, juga memanjatkan doa untuk mengurangi penderitaan arwah, dan bisa lahir ke alam bahagia. Meskipun upaya yang dilakukan bukan untuk membebaskan arwah dari siksaan.