Umat Tridharma Peringati Peresmian Klenteng Bumi Raya Singkawang

Kamis, 08 Februari 2018 18:28:30
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Peresmian Klenteng Bumi Raya Singkawang. (Istimewa)

PERINGATAN peresmian Klenteng Bumi Raya Singkawang ini diharapkan dapat menanamkan keyakinan umat Tridharma kepada Dewa Bumi Raya.

Ribuan umat Tridharma menghadiri acara peringatan peresmian Klenteng Bumi Raya di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, pada Minggu (4/2).

Turut hadir dalam acara perayaan, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Ketua Perhakin Kota Singkawang Thong Hian Kuh, Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Barat Bong Cin Nen, Kasie Bimas Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang Warsito, sejumlah pejabat Forkopimda, dan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang.

Candra Bun Tantono, Ketua Panitia dan Pengurus Klenteng Bumi Raya mengatakan peringatan peresmian Klenteng Bumi Raya merupakan agenda tahunan yang selalu digelar setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan menanamkan keyakinan umat Tridharma kepada Dewa Bumi Raya.

“Tahun ini acara diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari sembahyang pemberkatan sampai dengan jamuan makan bersama. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita berharap semua masyarakat yang hadir dapat mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kerukunan, persaudaraan dan keharmonisan,” tutur Candra.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan ucapan selamat atas digelarnya acara peringatan peresmian Klenteng Bumi Raya. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Buddha, Tao, dan Konghucu agar senantiasa menjaga kerukunan umat beragama.

Menurutnya, selama ini kerukunan umat beragama di Kota Singkawang sangat baik dan suasana selalu kondusif. Jika terjadi persoalan, ia meminta agar segera dimusyawarahkan untuk dicari jalan keluar bersama-sama.

“Memperingati peresmian Klenteng Bumi Raya ini, saya mengajak seluruh masyarakat Kota Singkawang, khususnya umat Buddha, Tao, dan Konghucu untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif, saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Meski terdapat perbedaan antar suku, ras, agama maupun antar golongan, tetapi perbedaan itu tidak membuat kita terpecah. Malah sebaliknya, di antara kita saling menghormati dan menghargai serta mengedepankan toleransi. Ini semua merupakan modal utama untuk membangun Kota Singkawang yang kita cintai,” pungkasnya.