Wayang Potehi, Persembahan untuk Kongco

2018-01-09 14:30:44
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Panggung wayang potehi simetris dengan altar kongco/maco (Istimewa)

WAYANG potehi dipersembahkan kepada kongco atau maco di klenteng. Hal ini yang menyebabkan kisah wayang potehi lebih terpelihara.

Pementasan Wayang Potehi tak sekadar sebagai tontonan semata, tetapi fungsi utamanya untuk persembahan. Hal ini diutarakan Pemerhati Budaya Tionghoa David Kwa. Menurutnya, wayang potehi merupakan persembahan untuk kongco atau maco.

“Kisah-kisah wayang potehi relatif lebih terpelihara, sebab dalang wayang potehi tidak bebas membuat dan membawakan cerita ‘carangan’ yang tidak sesuai dengan kisah asli demi menyenangkan penonton. Sebab, yang menonton kongco/maco sendiri,” kata David.

Setali tiga uang dengan David, Penggiat Wayang Potehi dari Gudo The Han Thong mengatakan, tontonan merupakan salah satu bentuk sajian untuk yang dimulyakan pada sebuah klenteng.

“Jadi selain sebagai persembahan, juga bisa dinikmati masyarakat,” ujar The Han Thong.

Untuk itulang, lanjut The Han Thong, setting panggung wayang potehi selalu simetris dengan altar sembahyang dengan sosok kongco/maco yang dimuliakan.

“Waktu pementasan pun dipilih agar tak mengganggu waktu ibadah. Biasanya, wayang potehi dipentaskan pada pukul 15.00-17.00 dan pukul 19.00-21.00,” tutup The Han Thong.