Feng Shui Penempatan Guci Abu Di Rumah Abu

Senin, 02 April 2018 17:36:58
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Ilustrasi guci abu di rumah abu. (Istimewa)

Dalam Feng Shui, penempatan guci abu ada ketentuannya. Sebab, Feng Shui seseorang yang sudah dikremasi, membawa energi yang dimiliki saat masih hidup.

JAKARTA – Kremasi merupakan proses penghilangan jenazah manusia setelah meninggal dengan cara dibakar. Kremasi dilakukan atas dasar kepercayaan tertentu, meski tidak menutup kemungkinan hal tersebut dilakukan karena alasan kepraktisan. Seiring berkembangnya zaman, proses kremasi semakin sering dilakukan oleh etnis Tionghoa. Abu proses kremasi biasanya disimpan di rumah abu (Columbarium) atau melarungnya ke laut. Namun, ada aturannya jika menilik pada Feng Shui.

Pakar Feng Shui Indonesia Yulius Fang mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ddalam meletakkan guci abu di Columbarium. “Posisi guci di dalam  columbarium, baik di tengah, di atas, mau pun di bawah tidak begitu penting. Yang terpenting adalah, posisi guci abu bisa terlihat dari pintu masuk utama dan terkena sinar matahari,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Feng Shui seseorang yang sudah dikremasi membawa energi yang dimiliki saat masih hidup. Saat meninggal, energi solid akan berubah menjadi energi non solid. Energi solid dari tubuh akan terurai secara perlahan, dimana energi yang terurai tersebut dipancarkan kepada keturunannya langsung, sehingga akan mempengaruhi hoki mereka dari segi Feng Shui.

Untuk penempatan guci abu, sambungnya, dapat disesuaikan dengan elemen favorit dari anak atau cucu yang sudah meninggal. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melihat dari hari, jam, tanggal dan tempat lahir mereka masing-masing. “Nomor urut guci abu di columbarium tidak menentukan apakah keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan keberuntungan atau tidak,” tandasnya.

Yulius menyarankan, guci abu sebaiknya diletakkan di dalam Columbarium dengan suasana yang nyaman, bersih, indah dilihat, terawat, dan suasana yang tenang. “Secara Feng Shui, pencahayaan tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Boleh diputar lagu-lagu ibadah seperti parita, doa, dan lainnya agar arwah yang telah meninggal menjadi lebih tenang,” tutupnya.