Ini Formasi Anak Tangga Menurut Ilmu Feng Shui Agar Bawa Keberuntungan

2017-05-10 13:55:27
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Ilustrasi. (Istimewa)

Dalam membuat tangga rumah atau kantor sangat penting perhatikan formasi anak tangga menurut ilmu feng shui. Tujuannya bisa bawa kebetruntungan.

SELAMA ini banyak konsep jumlah anak tangga yang dibicarakan, ini membuat orang bingung. Sehingga muncul pertanyaan: mana yang paling benar, serta mana yang paling penting antara letak tangga dan jumlah anak tangganya?

Oleh sebab itu, banyak kasus dan pertanyaan yang timbul dari masalah tangga, antara lain pertama, berapa jumlah anak tangga yang baik untuk dibuat pada sebuah tangga?

Kedua, bagaimana cara menghitung anak tangga? Ketiga, apakah lantai dasar dan atas juga dihitung?

Konsep anak tangga sebenarnya sangat sederhana. Rumus anak tangga yang baik adalah jumlah anak tangga dibagi lima. Harus sisa satu atau dua, cara ini kerap disebut  sebagai konsep lima.

Penghitungan trap tangga konsep lima adalah anak tangga pertama sama dengan lahir (shen), berarti baik; anak tangga kedua sama dengan hidup (huok) berarti baik; anak tangga ketiga sama dengan sakit (bing) yang berarti jelek; anak tangga keempat sama dengan mati (se) berarti jelek; anak tangga kelima sama dengan sengsara (ku) berarti jelek.

Untuk hitungan keenam,  kembali lagi ke hitungan pertama dan seterusnya.Apabila ada tangga dengan anak tangga berjumlah 27 trap, maka penilaian hitungan jatuh pada posisi hidup (huok).

Akan tetapi, bila untuk anak tangga yang berjumlah 23 trap bila dibagi lima akan tersisa tiga, maka posisinya berada di sakit (bing).

Hanya saja diharapkan jangan kaget, karena ada juga teori yang menjabarkan perhitungan anak tangga dengan rumusan konsep empat yang artinya hitungan kelima dari teori pertama yang berarti sengsara (ku) ditiadakan.

Jadi, menurut konsep empat, trap yang baik adalah jumlah anak tangga dibagi empat, jika sisa satu atau dua adalah baik.

Oleh sebab itu, trap anak tangga yang baik menurut versi ini adalah yang berjumlah 17, 18, 21, 22, dan sebagaimana hitungan yang dimaksud. Konsep ini berasal dari daratan Tiongkok bagian utara.

Teori lain adalah konsep tiga yang memiliki rumus: jumlah anak tangga bila dibagi tiga, sebaiknya tersisa satu.

Konsep tiga berdasarkan keterangan: anak tangga nomor satu satu adalah hidup; anak tangga nomor dua adalah sakit; anak tangga nomor tiga adalah sengsara.

Berlainan dengan ketiga konsep di atas, khusus untuk konsep terakhir ini, perhitungannya hanya ditujukan pada hitungan jumlah anak tangga, sedangkan lantai dasar dan atas tidak masuk.