Memasuki Tahun Anjing Tanah, Intip Yuk Bisnis yang Bakal Sukses

2018-01-04 17:20:03
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Farid Hidayat
Bisnis yang berhubungan dengan unsur kayu akan berjaya di Tahun Anjing Tanah. (Istimewa)

SETIAP tahun dapat mempengaruhi keberuntungan. Memasuki Tahun Anjing Tanah, ini bisnis yang bakal sukses.

Dalam kalender Tiongkok, setiap tahun memiliki lambang sendiri, yang dapat mempengaruhi keberuntungan. Hal inilah yang bisa dijadikan referensi serta gambaran untuk menjalani kehidupan di tahun yang baru.

Yulius Fang, Principal Consultant Fengshui.co.id mengatakan 2018 dilambangkan dengan shio Anjing Tanah. Anjing merupakan elemen tanah, Yang. Artinya, pada 2018 ini shio anjing unsur tanah bertemu dengan tanah. Tanah bertemu tanah merupakan pasangan elemen yang seimbang. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa 2018 akan didominasi keharmonisan dalam berbagai hal.

Terkait bisnis, Yulius mengatakan bisnis yang cocok atau akan sukses di Tahun Anjing Tanah adalah yang berhubungan dengan kayu, seperti fasyen, tekstil, stasionary, furnitur.

Industri kesehatan pun akan booming. Seperti, kanker, diabetes, pencernaan, dan penyumbatan pembuluh darah. Karena, orang sudah mulai peduli akan kesehatan. “Pendidikan pun masih bagus. Bisnis sawit sedikit lebih baik dari tahun kemarin, karena berhubungan dengan kayu,” ucap Yulis kepada Indochinatown.com.

Untuk urutan kedua, bisnis yang berjaya di Tahun Anjing Tanah adalah dibidang yang mengandung unsur api, seperti batubara, minyak, gas, kimia. Serta bidang yang mencerahkan, seperti entertainmen, seni, dan budaya.

Urutan ketiga, bisnis yang mengandung unsur tanah, seperti properti. Ada produktivitasnya tapi marginnya sedikit. “Bagi yang ingin berinvestasi di properti, saat ini waktunya. Karena, tahun ini startnya bagus, berada dititik terendah. Properti untuk kelas menengah hingga menengah ke bawah masih terbilang bagus, karena permintaan tetap banyak tapi kalau menengah ke atas akan sulit. Di Tahun Anjing Tanah, properti kelihatan sulit dijual. Penuh tantangan untuk bisa survive,” tutup Yulius.