Tahun Anjing Tanah, Ki Kusumo: Masyarakat Harus Berhati-hati

2017-12-27 15:37:36
Editor : Porwanto | Sumber : Leny Kurniawati
Paranormal Ki Kusumo ramalkan kondisi ekonomi, politik, dan shio yang kurang beruntung di Tahun Anjing Tanah 2569. (Dok. IndoChinaTown)

Ki Kusumo meramal, Tahun Anjing Tanah cukup menyulitkan bagi sektor ekonomi. Adapula kecelakaan pesawat yang menewaskan ‘tamu besar’ yang berpengaruh.

Tahun Shio Ayam Api (2568) segera berakhir. Penggantinya, Tahun Anjing Tanah (2569). Warga Tionghoa bersiap menyambut datangnya tahun baru Imlek yang jatuh pada 16 Februari 2018 mendatang. Paranormal Ki Kusumo menilai, tahun depan tidak mulus bagi orang dengan shio tertentu.

“Untuk kelahiran Shio Kelinci justru naik tahta untuk perjalanan karier dan memberikan peluang serta keuntungan. Tapi untuk ketiga shio lainnya, yakni kambing, kerbau dan naga harus berhati-hati untuk tidak mengambil risiko untuk menjalankan usaha, karena akan mengalami kerugian,” tuturnya seperti dikutip dari infonitas.com, Selasa (26/12).

Apalagi, lanjut Ki Kusumo, menjelang tahun politik tidak baik terhadap perekonomian. Pada tahun 2018, shio anjing sangat sarat dengan unsur tanah. Paduan unsur tanah ini, akan menyebabkan unsur air yang berhubungan dengan ekonomi, sulit bergerak. Diibaratkan, air yang kuat akan mengalir dengan lancar. Sementara apabila meresap ke dalam tanah, arus airnya akan terhambat. “Tanah akan menghambat arus air,” sebutnya. 

Sementara, untuk bencana alam akan terus ada di tahun 2018 dan akan berupa gempa bumi dan tsunami. Bahkan akan terjadi kecelakaan besar, yakni jatuhnya pesawat. Salah satu penumpang di pesawat itu merupakan 'tamu besar' atau istimewa yang berpengaruh bagi negara.

Untuk itu, kata dia, masyarakat harus lebih berhati-hati dan pintar dalam mengelola uang. Karena, perekonomian akan cenderung melemah mengingat Tahun Anjing Tanah di tahun 2018 sarat dengan tahun politik. Ada gejolak dan keributan, sikut-sikutan terhadap kekuasaan. “Harapannya, masyarakat bisa lebih adil dan sejahtera sehingga tidak ada konflik sehingga negara ini makmur tidak ada perselisihan,” pungkas Ki Kusumo.