Andry Harmony Wakafkan Hidup untuk Musik Mandarin

2017-08-11 14:19:13
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Andry Harmony (Dok. IndoChinaTown)

SEBAGAI seniman tulen, Andry Harmony memilih wakafkan sisa hidup untuk menggeluti musik Mandarin. Seniman seperti dia termasuk jarang di Indonesia.

Lin Xie Ming nama lahirnya. Akrab disapa Andry Harmony, mengawali karier bermusik pada tahun 1995, usai belajar alat musik erhu. Ia beberapa kali diminta pentas melengkapi musik barat yang dimainkan dengan instrumen konvensional.

Berangkat dari pengalaman itu, Andry berinisiatif untuk mengembangkan satu ensembel (grup) musik klasik khas Tiongkok, dengan konsep yang lebih modern. Sebagai aktualisasi, dibentuklah Harmony Chinese Music Group pada Januari 2001 dengan belasan personil.

Dilengkapi alat musik klasik Tiongkok, seperti yangqin, guzheng, sanxian, daruan, zhongruan, gu, dizi, dan erhu.

Kehadiran kelahiran Bandung pada tahun 1971 ini menambah warna musik di Tanah Air. Kendati demikian, sering mendapatkan kendala besar, terutama dari masyarakat Indonesia. Ia memberi contoh pada sebuah pernikahan yang sarat akan adat Jawa, tetapi musik yang ditampilkan menggunakan band modern.

"Secara esensinya akan berkurang dan hilang salah satu kesempatan para pelaku seni (tradisional) itu untuk tetap hidup,” katanya.

Aliran musik yang dibawa secara musikalitas hanya sebagai satu genre di dalam sekian banyak pilihan saat ini. “Sementara itu sesuatu yang sifatnya pop akan lebih menguasai, contohnya banjirnya k-pop, padahal itu budaya Korea.”

Andry dalam mengembangkan dan mempopulerkan musik Mandarin didasari sikap idealisme bermusik. Itu juga ditularkan ke anggota yang lain. Lulusan sarjana teknik kimia ini tidak ingin grup musiknya terkenal karena instan. “Tentunya hal ini akan memakan waktu yang cukup lama.”

Harmony Chinese Music Group

Harmony Chinese Music Group berawal dari empat orang, dan berkembang seperti sekarang. Ayah dari dua anak ini tak sungkan berbagi resep langgeng bermusik dalam sebuah grup. Baginya, rasa kebersamaan merupakan segalanya.

“Tentunya dalam suatu kelompok ada primadona, seperti vokalis dalam band besar. Tetapi dalam suatu masa ternyata, waktu membuktikan kebersamaan lebih penting. Memang muka bisa lebih cantik, tetapi tanpa kaki, tidak bisa muka tersebut berjalan-jalan,” Andry berfilosofi.

Prestasi yang berhasil ditoreh bukan hanya di dalam negeri, tetapi di dunia internasional. Salah satunya dengan mengikuti Pesta Keroncong Johor 2011 dan memeriahkan peringatan 50 tahun Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika.

Selain menggemari musik, ia juga mendalami berbagai budaya di Tanah Air. Musisi berdarah Tionghoa ini berharap, dengan mengutamakan kebersamaan dan pelestarian akar budaya sendiri, grup musik Harmony akan terus berkarya dan mengharumkan nama Indonesia.